Palopo (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palopo, Sulawesi Selatan berhasil meningkatkan jumlah pemohon paspor salah satunya lewat layanan "eazy paspor".
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Palopo Yogie Kashogi di Palopo, Selasa, mengatakan dalam dua tahun terakhir pihaknya mampu naik status dari kelas III menjadi kelas II setelah mampu meningkatkan jumlah pemohon paspor.
"Rata-rata per hari itu jumlah pemohon antara 60 sampai 70 pemohon. Sehari kami menargetkan itu 75 permohonan. Jika bandingkan lima tahun lalu itu pemohon cuma 50-an saja," kata Yogie.
Dia menjelaskan, eazy paspor merupakan inovasi layanan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi yang dilaksanakan oleh semua kantor imigrasi, termasuk Imigrasi Palopo.
Dalam layanan ini menggunakan sistem jemput bola, di mana petugas imigrasi mendatangi daerah-daerah maupun lokasi pemohon baik itu perkantoran, sekolah ataupun komunitas.
Layanan eazy paspor dikhususkan untuk permohonan paspor baru dan pengganti. Sedangkan untuk paspor hilang, dan rusak atau ubah data, diwajibkan ke kantor karena harus melalui proses berita acara pemeriksa (BAP).
Menurut dia, layanan ini dilaksanakan setiap sebulan sekali. Petugas mendatangi setiap kabupaten kota yang menjadi wilayah kerja Imigrasi Palopo.
Wilayah kerja Imigrasi Palopo mencakup lima kabupaten kota, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Toraja Utara.
"Setiap kali layanan eazy paspor jumlah yang dilayani sekitar 50 hingga 60 pemohon," kata Yogie.
Dia menyebut, layanan eazy paspor sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian, mengingat jarak wilayah kerja Imigrasi Palopo dengan daerah kerja cukup jauh, ada daerah yang ditempuh dengan jarak 200 km.
Sehingga, dengan adanya eazy paspor membantu masyarakat untuk mendapatkan paspor tanpa harus ke Kantor Imigrasi Palopo yang terletak di pusat Kota Palopo.
Baca juga: Ditjen Imigrasi kenalkan keunikan Kantor Imigrasi Palopo ke media
Baca juga: Kemenimipas tingkatkan pengawasan cegah WNA jalankan praktik judol
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Palopo Yogie Kashogi di Palopo, Selasa, mengatakan dalam dua tahun terakhir pihaknya mampu naik status dari kelas III menjadi kelas II setelah mampu meningkatkan jumlah pemohon paspor.
"Rata-rata per hari itu jumlah pemohon antara 60 sampai 70 pemohon. Sehari kami menargetkan itu 75 permohonan. Jika bandingkan lima tahun lalu itu pemohon cuma 50-an saja," kata Yogie.
Dia menjelaskan, eazy paspor merupakan inovasi layanan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi yang dilaksanakan oleh semua kantor imigrasi, termasuk Imigrasi Palopo.
Dalam layanan ini menggunakan sistem jemput bola, di mana petugas imigrasi mendatangi daerah-daerah maupun lokasi pemohon baik itu perkantoran, sekolah ataupun komunitas.
Layanan eazy paspor dikhususkan untuk permohonan paspor baru dan pengganti. Sedangkan untuk paspor hilang, dan rusak atau ubah data, diwajibkan ke kantor karena harus melalui proses berita acara pemeriksa (BAP).
Menurut dia, layanan ini dilaksanakan setiap sebulan sekali. Petugas mendatangi setiap kabupaten kota yang menjadi wilayah kerja Imigrasi Palopo.
Wilayah kerja Imigrasi Palopo mencakup lima kabupaten kota, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Toraja Utara.
"Setiap kali layanan eazy paspor jumlah yang dilayani sekitar 50 hingga 60 pemohon," kata Yogie.
Dia menyebut, layanan eazy paspor sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian, mengingat jarak wilayah kerja Imigrasi Palopo dengan daerah kerja cukup jauh, ada daerah yang ditempuh dengan jarak 200 km.
Sehingga, dengan adanya eazy paspor membantu masyarakat untuk mendapatkan paspor tanpa harus ke Kantor Imigrasi Palopo yang terletak di pusat Kota Palopo.
Baca juga: Ditjen Imigrasi kenalkan keunikan Kantor Imigrasi Palopo ke media
Baca juga: Kemenimipas tingkatkan pengawasan cegah WNA jalankan praktik judol





