JAKARTA, KOMPAS.TV - Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dari Dompet Dhuafa yang mengikuti Global Sumud Flotilla, Ronggo Wirasanu sempat membagikan ceritanya sebelum kini dikabarkan ditangkap tentara Israel.
Ronggo saat itu mengungkapkan kondisinya dalam Kapal Zefiro yang tengah berada di Laut Mediterania.
"Kurang lebih sekitar 230 mil laut lagi kita sampai Gaza. Tapi tadi pagi jam 6 pagi, beberapa kapal GSF delegasi dari beberapa negara diintersep oleh tentara Israel," ungkapnya di Laut Mediterania, Senin (18/5/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV.
Ronggo mengaku ada tentara Israel yang mendekat pada Senin pagi. Ia mengatakan dirinya dan relawan lain selalu waspada terhadap kondisi yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Ronggo juga mengaku dirinya siap melakukan langkah-langkah tertentu jika diintersep tentara Israel.
"Kalau mereka intersep kita sudah siap gitu, siap buka buang handphone, buang semua alat komunikasi. Lalu kita siap diangkut atau ditahan atau dipindahkan ke kapal mereka," ucapnya.
Saat wawancara dilakukan, Ronggo mengungkap kapal yang ditumpanginya masih aman karena kapten kapal mencoba bermanuver menghindari kejaran kapal tentara Israel yang mendekat.
Baca Juga: Keluarga Andi Angga Aktivis yang Ikuti Global Sumud Flotilla Ungkap Komunikasi Terakhir
Ia mengatakan para relawan Global Sumud Flotilla selalu waspada dan siap dengan kemungkinan apa pun yang terjadi.
"Alhamdulillah kita stand by. Ada yang kadang kalau waktu malam tuh kita ada yang jaga malam, saling bergantian, supaya kalau ada intersep tiba-tiba, kita saling mengabarkan satu sama lain di dalam kapal," ungkapnya.
Ia menyebut ada seorang delegasi Indonesia lagi yang berada di kapal yang sama dengannya, yakni bernama Herman.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- relawan global sumud flotilla
- global sumud flotilla
- ronggo wirasanu
- gpci
- israel
- wni ditangkap israel




