Amran Instruksikan Uji Laboratorium Beras Fortifikasi, Pemerintah Tertibkan Harga dan Kandungan Gizi

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan pemeriksaan laboratorium terhadap kandungan gizi beras fortifikasi yang beredar di pasaran untuk memastikan produk memenuhi standar dan tidak merugikan masyarakat.

Instruksi tersebut disampaikan Amran dalam jumpa pers terkait isu pangan di Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026.

Amran meminta jajaran Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pengecekan intensif terhadap beras fortifikasi dengan mengambil 100 hingga 200 sampel untuk diperiksa di laboratorium.

“Kita tidak ingin hanya pencitraan tanpa tindakan nyata terhadap dugaan praktik kecurangan,” ungkap Amran.

Ia menegaskan praktik manipulasi atau akal-akalan dalam penjualan beras fortifikasi tidak boleh terjadi.

Menurut Amran, sebagian produsen diduga mengalihkan penjualan dari beras premium ke beras fortifikasi setelah pemerintah membatasi harga eceran tertinggi beras premium.

Pemerintah saat ini mulai menertibkan peredaran harga beras khusus yang diklaim produsen sebagai beras fortifikasi.

Langkah penertiban dilakukan karena banyak produsen beralih memproduksi beras fortifikasi dibanding beras premium.

Dalam pemantauan Bapanas selama April 2026, harga beras fortifikasi di wilayah DKI Jakarta ditemukan mencapai Rp27.000 per kilogram.

Amran berharap harga beras fortifikasi sementara dapat disamakan dengan harga beras premium yang saat ini ditetapkan pemerintah antara Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram sesuai zonasi wilayah.

Kebijakan terkait harga beras fortifikasi nantinya akan diputuskan melalui Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Pemerintah Temukan Dugaan Ketidaksesuaian Kandungan Gizi

Beras fortifikasi merupakan beras sosoh yang ditambahkan kernel beras fortifikan untuk memperoleh komposisi zat gizi tertentu.

Produk tersebut wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025.

Dalam standar tersebut, setiap 100 gram beras fortifikasi wajib mengandung vitamin B1 minimal 0,25 miligram.

Kandungan asam folat ditetapkan sebesar 0,25 hingga 0,38 miligram per 100 gram.

Kandungan vitamin B12 ditetapkan antara 1,0 hingga 1,5 mikrogram.

Kandungan zat besi wajib berada di kisaran 3,50 hingga 5,25 miligram.

Kandungan seng wajib berada di kisaran 3,0 hingga 4,5 miligram.

Dari beberapa sampel yang diperiksa Bapanas, ditemukan produk beras fortifikasi yang hanya mencantumkan dua jenis zat gizi pada label kemasan.

Karena itu Amran meminta dilakukan uji laboratorium untuk membuktikan kebenaran kandungan gizi sesuai label kemasan.

Bapanas Dorong Harga Beras Fortifikasi Tetap Terjangkau

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan penertiban harga beras fortifikasi diperlukan agar tidak dijual bebas dengan harga terlalu tinggi.

“Masyarakat harus tetap dapat mengakses beras fortifikasi dengan harga yang wajar,” ujar Ketut.

Ia menyebut apabila harga beras fortifikasi disamakan dengan beras premium, maka harga pasar akan turun secara bertahap.

Ketut juga mendorong Perum Bulog mengisi kekurangan pasokan beras di ritel modern karena Bulog memiliki stok beras premium.

Produsen beras fortifikasi wajib memiliki izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang diampu Bapanas bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah.

Bapanas memastikan proses pengurusan izin edar tidak dikenakan biaya dan tidak memakan waktu lama.

Untuk produk dalam negeri, izin edar diterbitkan gubernur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu provinsi setelah dilakukan verifikasi oleh dinas pangan tingkat provinsi sebagai OKKPD.

Pengujian laboratorium terakreditasi juga wajib dilakukan untuk memastikan keamanan, mutu, dan kesesuaian kandungan gizi beras fortifikasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meski Dipanggil, Lamine Yamal Terancam Absen Bela Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Usut Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Bocah di Wisata Jati Sewu Gresik
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
KSAD Jenderal Maruli di DPR: Kadang, Lebih Enak Jadi Sipil Daripada Tentara Kalau Mau Bandel
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Volvo Luncurkan EX90, Sasar Pasar Mobil Listrik Mewah, Dihargai Rp2,55 Miliar
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.