jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Pimpinan MPR RI menerima perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) untuk membahas beberapa delegasi mereka yang diculik Israel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5)
Adapun, beberapa perwakilan GPCI dari unsur aktivis hingga jurnalis diculik Israel di perairan internasional ketika menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) menuju Palestina.
BACA JUGA: Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan Indonesia Ditangkap Israel, Ini yang Dilakukan Kemlu
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW mengecam ulah Israel yang menculik delegasi GPCI, karena melanggar hukum internasional.
"Sebuah pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan apalagi penculikan itu terjadi di perairan internasional," kata HNW saat bertemu perwakilan GPCI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
BACA JUGA: Ulah Israel Tangkap Aktivis dan Jurnalis Jadi Bentuk Pelanggaran Hukum Internasional
Legislator fraksi PKS itu menilai ulah Israel yang terus melanggar aturan internasional akibat tak ada ketegasan terhadap negara Zionis ketika bikin kesalahan.
"Mungkin sebelumnya tidak ada sanksi keras terhadap Israel sehingga kegiatan ini berlanjut, berlanjut dan terus berulang," kata HNW.
BACA JUGA: Jurnalis Indonesia Ditahan Militer Israel, HNW Desak Pemerintah Segera Bergerak
Dia berharap pemerintah Indonesia bisa berdiplomasi ke PBB demi membebaskan aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang diculik.
"Mendorong agar pemerintah untuk berlaku yang secepat mungkin, ya, untuk menegakkan kedaulatan Indonesia, kedaulatan Indonesia sesuai dengan konstitusi," kata HNW.
Sementara itu, Dewan Pengarah GPCI Ahmad Juwaini mengungkap pihaknya masih mendata jumlah delegasi RI yang diculik Israel.
Namun, Juwaini mencatat kenaikan kapal yang dicegat militer Israel mencapai 40 dari semula hanya 17 kapal.
Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 332 dari sekitar 400 lebih rombongan GSF dari 45 negara diculik Israel.
"332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya," ujarnya.
Juwaini berharap MPR bisa membuka komunikasi dengan pemerintah untuk segera membebaskan para delegasi dari penculikan.
"Lamanya ditahan itu akan sangat menentukan juga terhadap kondisi dari rekan-rekan kami," katanya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jurnalis Indonesia Ditahan Militer Israel, PWI Bereaksi Begini
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




