Israel Culik Aktivis Kemanusiaan dan Jurnalis, MPR: Pelanggaran Hukum Internasional

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Pimpinan MPR RI menerima perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) untuk membahas beberapa delegasi mereka yang diculik Israel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5) 

Adapun, beberapa perwakilan GPCI dari unsur aktivis hingga jurnalis diculik Israel di perairan internasional ketika menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) menuju Palestina.

BACA JUGA: Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan Indonesia Ditangkap Israel, Ini yang Dilakukan Kemlu

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW mengecam ulah Israel yang menculik delegasi GPCI, karena melanggar hukum internasional. 

"Sebuah pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan apalagi penculikan itu terjadi di perairan internasional," kata HNW saat bertemu perwakilan GPCI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).

BACA JUGA: Ulah Israel Tangkap Aktivis dan Jurnalis Jadi Bentuk Pelanggaran Hukum Internasional

Legislator fraksi PKS itu menilai ulah Israel yang terus melanggar aturan internasional akibat tak ada ketegasan terhadap negara Zionis ketika bikin kesalahan. 

"Mungkin sebelumnya tidak ada sanksi keras terhadap Israel sehingga kegiatan ini berlanjut, berlanjut dan terus berulang," kata HNW.

BACA JUGA: Jurnalis Indonesia Ditahan Militer Israel, HNW Desak Pemerintah Segera Bergerak

Dia berharap pemerintah Indonesia bisa berdiplomasi ke PBB demi membebaskan aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang diculik.

"Mendorong agar pemerintah untuk berlaku yang secepat mungkin, ya, untuk menegakkan kedaulatan Indonesia, kedaulatan Indonesia sesuai dengan konstitusi," kata HNW.

Sementara itu, Dewan Pengarah GPCI Ahmad Juwaini mengungkap pihaknya masih mendata jumlah delegasi RI yang diculik Israel.

Namun, Juwaini mencatat kenaikan kapal yang dicegat militer Israel mencapai 40 dari semula hanya 17 kapal. 

Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 332 dari sekitar 400 lebih rombongan GSF dari 45 negara diculik Israel.

"332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya," ujarnya. 

Juwaini berharap MPR bisa membuka komunikasi dengan pemerintah untuk segera membebaskan para delegasi dari penculikan.

"Lamanya ditahan itu akan sangat menentukan juga terhadap kondisi dari rekan-rekan kami," katanya. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jurnalis Indonesia Ditahan Militer Israel, PWI Bereaksi Begini


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri bersama Menteri PKP Luncurkan Program Bedah Rumah BSPS di Wilayah Bali-Nusra dan Maluku
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Herawati Didukung Komisi III DPR RI, Erin Wartia Tegaskan Tutup Pintu Damai
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Ardi Bakrie Jadi Dirut VKTR Gantikan Gilarsi Wahju Setijono
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah Tarik Utang Rp305,5 Triliun Hingga April 2026, Menkeu Purbaya: Pembiayaan Terjaga dan Terukur
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Kembali Pangkas Anggaran MBG
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.