Iran Ungkap Detail Proposal 14 Poin yang Diajukan ke AS, Ini Tuntutannya

okezone.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Iran pada Selasa (19/5/2026) mengungkapkan rincian proposal terbarunya yang diajukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Israel terhadap Teheran pada Februari.

Rincian tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, selama pertemuan dengan anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan laporan komprehensif tentang perkembangan terbaru dalam diplomasi antara Iran dan AS.

Gharibabadi menyatakan bahwa proposal Teheran menekankan "haknya untuk pengayaan uranium dan kegiatan nuklir damai," menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.

Baca Juga :
Iran Beri Peringatan Keras: Teluk Oman Bisa Jadi Kuburan Kapal Perang AS

Proposal tersebut juga mencakup pengakhiran konflik di semua front, termasuk Lebanon; pencabutan blokade angkatan laut AS; pembebasan aset Iran; dan kompensasi oleh Amerika Serikat atas kerusakan yang disebabkan selama perang terbaru untuk mendukung upaya rekonstruksi.

Proposal tersebut juga menegaskan penghapusan semua sanksi sepihak dan resolusi Dewan Keamanan PBB, serta penarikan pasukan AS dari daerah-daerah di sekitar Republik Islam, katanya, sebagaimana dilansir TRT.

Pada 10 Mei, Iran menyampaikan tanggapannya terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang melalui Pakistan, tetapi Presiden Donald Trump menggambarkan proposal Iran tersebut sebagai hal yang "sama sekali tidak dapat diterima."

Baca Juga :
Teknologi Rudal Tomahawk AS Dikloning Militer Iran dari Misil yang Gagal Meledak

Media Iran pada Senin (18/5/2026) mengatakan bahwa Iran telah mengajukan proposal revisi 14 poin kepada pihak AS melalui mediator Pakistan.

Pada Sabtu (16/5/2026), Trump kembali mengancam akan meningkatkan eskalasi militer terhadap Iran, dengan mengunggah sebuah gambar di platform Truth Social miliknya yang menunjukkan kapal perang mengibarkan bendera Amerika, termasuk satu kapal yang membawa bendera Iran, bersama dengan frasa "TENANG SEBELUM BADAI."

Pada Senin malam, Trump mengumumkan bahwa ia telah menunda serangan yang direncanakan untuk Selasa terhadap Iran atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BYD Gebrak RI dengan Teknologi Dual Mode, Mobil EV Bisa Tempuh 1.800 Km
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Rabu 20 Mei 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kali Meluap usai Hujan Deras, Klender Kembali Tergenang
• 3 jam laludetik.com
thumb
Vance Kecam Penembakan di San Diego, Sebut Istrinya Dekat dengan Komunitas Muslim
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korlantas Polri Latih Sopir Taksi Hijau Green SM Tertib Lalu Lintas
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.