Pemerintah Iran mulai mengoperasikan Persian Gulf Strait Authority (PGSA), badan baru yang dibentuk untuk mengelola aktivitas di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resminya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut PGSA akan bertugas memberikan pembaruan secara real-time terkait operasi dan perkembangan terbaru di Selat Hormuz.
Baca Juga: Board of Peace Gaza Terbengkalai Akibat Konflik Iran-Amerika
Meski rincian teknisnya belum sepenuhnya diumumkan, media pemerintah Iran, Press TV, menyebut badan tersebut akan menjadi sistem utama dalam pengawasan dan pengaturan lalu lintas maritim di kawasan strategis itu.
Menurut laporan tersebut, kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz nantinya akan menerima “peraturan pelayaran” dari alamat email resmi [email protected].
Sabtu lalu, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan negaranya telah menyiapkan “mekanisme profesional” untuk mengatur lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
“Iran telah menyiapkan mekanisme profesional untuk mengelola lalu lintas,” kata Azizi.
Pembentukan PGSA dilakukan setelah Iran berulang kali menegaskan bahwa lalu lintas maritim di Selat Hormuz tidak akan kembali normal seperti sebelum perang dengan AS dan Israel.
Adapun Pembentukan Persian Gulf Strait Authority (PGSA) oleh Iran memunculkan spekulasi baru terkait potensi penerapan biaya tol bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan Iran bulan lalu telah menerima pendapatan pertama dari “tol” di jalur perairan strategis tersebut.
Baca Juga: Kepala Trump dan Netanyahu Dihargai Lebih dari Rp1 Triliun oleh Iran
Meski belum ada rincian resmi mengenai tarif maupun mekanisme pembayaran, pembentukan PGSA diyakini akan menjadi instrumen baru Iran dalam mengontrol sekaligus memonetisasi jalur perdagangan internasional itu.





