Cara Mengenali Orang yang Benar-benar Baik Hati Lewat Caranya Memperlakukan Orang Asing Menurut Ilmu Psikologi

beautynesia.id
6 jam lalu
Cover Berita

Tidak semua orang yang terlihat memiliki kepribadian hangat dan ramah benar-benar menunjukkan kebaikan hati yang tulus. Banyak orang mampu bersikap baik kepada teman dekat atau orang yang memberi keuntungan bagi mereka, tetapi karakter asli sering kali terlihat dari cara mereka memperlakukan orang yang tidak memiliki hubungan personal dengannya.

Sikap kepada pelayan, pengemudi ojek daring, petugas kebersihan, hingga orang yang baru dikenal kerap menjadi cara mengenali orang yang baik hati yang paling jujur karena dilakukan tanpa kepentingan tertentu. Dari hal-hal sederhana inilah, tanda orang tulus biasanya lebih mudah terlihat dibandingkan kata-kata manis yang mereka ucapkan di depan banyak orang.

Dilansir dari Your Tango, inilah beberapa cara mengenali orang yang baik hati yang bisa kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak Mudah Menghakimi Orang Lain maupun Diri Sendiri

Cara mengenali orang yang baik hati dapat terlihat dari caranya memperlakukan diri sendiri maupun orang lain dengan penuh pengertian/Foto: Freepik/azerbaijan_stockers

Orang yang tulus dan baik hati umumnya tidak hanya lembut kepada orang lain, tetapi juga kepada dirinya sendiri. Alih-alih terus-menerus menghakimi dan mengkritik diri atas kekurangan yang dimiliki, mereka memilih bersikap lebih memahami ketika menghadapi kegagalan atau kelemahan pribadi. Mereka menyadari bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang terus berusaha menjadi pribadi terbaik meskipun sering menghadapi tantangan yang tidak mudah.

Ketika seseorang benar-benar memahami sisi manusiawi dalam dirinya, ia juga lebih mudah memahami orang lain. Mereka sadar bahwa setiap orang memiliki masalah, kebutuhan, dan cerita hidup masing-masing yang layak diperlakukan dengan empati dan belas kasih.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Mindfulness pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sikap welas asih berkaitan erat dengan tingkat kecemasan, depresi, dan stres yang lebih rendah. Walaupun memang kecenderungan untuk menghakimi adalah hal yang manusiawi, kemampuan untuk bersikap lebih penuh pengertian terhadap diri sendiri tetap bisa dibangun dan dilatih.

(naq/naq)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Ciputat Tangkap Pria Pencuri Sekring Listrik Perumahan, Polisi Sita 15 Fuse dan Motor Pelaku
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Panglima TNI: RI Telah Berpartisipasi dalam 30 Misi PBB, UNIFIL hingga MONUSCO
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Penulis Ahmad Bahar Minta Maaf ke Ketum GRIB Hercules: Tidak Ada Masalah Lagi
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Desak Israel Bebaskan 9 WNI yang Bertugas dalam Misi Kemanusiaan
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
5 Rekomendasi Dracin di Bulan Mei 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
• 13 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.