HARIAN FAJAR, JAKARTA – Arsenal mengakhiri penantian selama 22 tahun untuk menjadi juara Liga Inggris musim 2025-2026. Keberhasilan Arsenal tidak lepas dari peran pelatih Mikel Arteta. Kerja keras Arteta selama 7 tahun menukangi The Gunners akhirnya terbayar lunas.
Kepastian itu datang setelah Manchester City gagal menang di markas Bournemouth. Pada laga pekan ke-37, Selasa (19/5/2026) malam WIB di Stadion Vitality, pertandingan berakhir imbang 1-1. Gol Bournemouth dicetak oleh Eli Junior Kroupi pada menit ke-39. Balasan Man City lewat Erling Haaland di masa tambahan waktu menit ke-90+5.
Hasil tersebut memastikan Arsenal yang kini mengumpulkan 82 poin dari 37 pertandingan, tak mungkin lagi terkejar oleh Man City yang mengoleksi 78 poin. Dengan hanya menyisakan satu laga lagi di musim ini, gelar juara Liga Inggris akhirnya menjadi milik The Gunners setelah sekian lama dinantikan.
Berita kemenangan ini disambut meriah oleh klub maupun para pendukungnya. “Arsenal. Juara Premier League Anda,” tulis akun resmi Arsenal di media sosial X sebagai pengumuman resmi.
Legenda Arsenal, David Seaman, yang juga bagian dari skuad juara pada 2004, turut merayakan keberhasilan ini dengan penuh antusias. “22 tahun dan tiga menit terlama dalam HIDUP SAYA,” katanya penuh semangat.
“Juara Premier League, momen yang luar biasa!!! musim yang luar biasa!!!” tambah Seaman sambil menyisipkan tagar Come On You Gunners.
Peran Kunci Mikel Arteta dalam Kesuksesan ArsenalKeberhasilan Arsenal mengangkat trofi Liga Inggris musim ini tidak lepas dari kepercayaan penuh yang diberikan klub kepada pelatih Mikel Arteta. Setelah tujuh tahun menukangi The Gunners, Arteta akhirnya mampu membawa timnya meraih gelar juara yang sangat dinantikan para penggemar.
Paul Robinson, mantan kiper Timnas Inggris dan Tottenham Hotspur, menegaskan bahwa waktu adalah hadiah terbaik bagi seorang manajer yang baik.
“Mikel Arteta sudah lama berada di sana. Hadiah terbaik yang bisa Anda berikan kepada manajer yang baik adalah waktu,” jelas Robinson yang dikutip dari BBC.
“Ya, Anda bisa memberi mereka ratusan juta poundsterling, tetapi Anda harus membentuk uang itu menjadi sebuah tim, menjadi ruang ganti, menjadi tim yang menang. Apakah Anda memberi waktu kepada manajer yang baik? Ini buktinya,” pungkasnya menegaskan pentingnya kesabaran dalam membangun tim juara.





