PARBI dan Lamhot Sinaga Fokus Majukan Danau Toba Lewat Opera Batak

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menyatakan bahwa gelaran Tona Sian Huta – Opera dan Konser Musik yang akan berlangsung pada 11 Juli 2026 di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, bukan sekadar pertunjukan seni. Menurutnya, acara ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan identitas budaya sebagai fondasi pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.

Acara bertajuk Tona Sian Huta itu digagas oleh Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) bersama Ketua Umum Charlie Hutasoit dan didukung penuh oleh Lamhot Sinaga. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi salah satu pergelaran budaya terbesar yang pernah digelar di wilayah Tapanuli Utara, sekaligus mencatat sejarah baru dalam dunia pertunjukan seni Batak di daerah tersebut.

BACA JUGA: Lamhot Sinaga: Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Energi Pembangunan Nasional

Menurut Lamhot, kawasan Danau Toba tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam untuk menarik wisatawan. Ia menilai daya tarik utama yang membedakan Danau Toba dengan destinasi lain justru terletak pada kebudayaan Batak yang hidup, otentik, dan diwariskan lintas generasi.

Lamhot Sinaga mengatakan, "Tona Sian Huta adalah bukti bahwa budaya Batak bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi nafas utama yang harus menjadi penggerak pariwisata Danau Toba ke depan. Kita ingin wisatawan datang bukan hanya melihat danau, tetapi merasakan jiwa kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat."

BACA JUGA: Lamhot Sinaga: HUT ke-61 Golkar Momentum Soliditas Dukungan untuk Prabowo-Gibran

Ia menambahkan bahwa pengembangan destinasi super prioritas seperti Danau Toba membutuhkan agenda budaya berskala besar yang rutin digelar agar tercipta alasan kuat bagi wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di daerah. Lamhot juga menyebut sektor pariwisata memiliki efek domino yang luas terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata. Karena itu, menurut dia, event budaya seperti Tona Sian Huta harus dilihat sebagai investasi sosial dan ekonomi, bukan sekadar hiburan.

"Setiap pertunjukan besar akan menggerakkan hotel, transportasi, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif lokal. Inilah model pembangunan yang berbasis budaya tetapi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," kata Lamhot.

BACA JUGA: Prabowo Berencana Hadir di Rapat Paripurna DPR Besok

Dalam pagelaran tersebut, penonton akan disuguhkan perpaduan opera Batak, konser musik, pertunjukan seni tradisional, serta sajian visual modern yang dikemas untuk menjangkau generasi muda. Konsep ini dirancang agar kebudayaan Batak dapat tampil lebih segar tanpa kehilangan nilai tradisionalnya. Selain panggung utama, penyelenggara juga menghadirkan tenant UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal, mulai dari kuliner khas Batak, ulos, kriya, hingga kerajinan tangan masyarakat sekitar kawasan Danau Toba.

Lamhot menyebut keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dari acara tersebut. Menurut dia, budaya tidak bisa dipisahkan dari aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika budaya dipentaskan, produk lokal juga harus mendapat ruang untuk berkembang.

Ketua Umum PARBI Charlie Hutasoit mengatakan Tona Sian Huta lahir dari keinginan untuk menghadirkan kebanggaan kolektif masyarakat Batak terhadap tanah leluhurnya. Charlie menilai Tapanuli Utara memiliki posisi penting dalam sejarah kebudayaan Batak, sehingga sangat layak menjadi tuan rumah pergelaran besar yang menyatukan seni, musik, dan tradisi dalam satu panggung kolosal.

"Tona Sian Huta kami hadirkan sebagai gerakan kebudayaan. Ini bukan hanya konser, tetapi momentum menghidupkan kembali rasa memiliki terhadap budaya Batak dan menjadikannya kekuatan ekonomi yang nyata," ujar Charlie Hutasoit.

Ia mengatakan pihaknya juga menargetkan kehadiran diaspora Batak dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Kehadiran diaspora dinilai penting untuk mempererat ikatan emosional dengan kampung halaman sekaligus memperluas promosi pariwisata Danau Toba secara organik. Menurut Charlie, selama ini masyarakat Batak memiliki kekuatan jejaring diaspora yang besar. Jika potensi itu disatukan melalui event budaya, maka promosi pariwisata Sumatera Utara akan jauh lebih efektif.

Acara Tona Sian Huta juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Koperasi dan UMKM. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan budaya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional. Penyelenggara berharap Tona Sian Huta dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender event budaya unggulan Sumatera Utara. Tiket Tona Sian Huta telah tersedia melalui platform LOKET.COM. Panitia juga membuka layanan informasi melalui WhatsApp untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan mendapatkan akses pembelian tiket.

Lamhot Sinaga menegaskan, "Ketika budaya Batak ditempatkan sebagai pusat narasi, maka Danau Toba akan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional." (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertama dalam Sejarah, Prabowo Pimpin KEM-PPKF di DPR, Alasannya?


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Postingan Misterius Salman Khan Bikin Sang Ibu Khawatir
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dolfie PDIP Interupsi Perry soal Stabilitas Rupiah
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Contraflow kembali diberlakukan di Km 23 Tol Jakarta-Cikampek
• 53 menit laluantaranews.com
thumb
Keributan di Biliar Grogol Berujung Maut, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Uni Eropa Bingung 3 Kandidat Punya Dosa Masa Lalu dengan Rusia
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.