Polisi Ajukan Red Notice untuk Pak Cik, Pemasok Sabu The Doctor dan Ko Erwin

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengajukan red notice status buronan polisi internasional untuk Lukmanul Hakim alias Pak Cik Hendra yang diduga sudah operasi plastik wajah dan ganti kewarganegaraan.

Adapun Pak Haji diduga merupakan pemasok sabu jaringan Andre Fernando alias "The Doctor" dan Ko Erwin, bandar-bandar yang terkait dengan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.

"Mengajukan permohonan penerbitan Red Notice melalui Divhubinter Polri terhadap DPO Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Polisi Buru Pak Cik Bandar Narkoba, Diduga Oplas dan Ganti Kewarganegaraan

Langkah itu ditempuh setelah penyidik menemukan dugaan keterlibatan Pak Haji sebagai pengendali jaringan peredaran sabu lintas negara Malaysia-Indonesia.

Pak Haji disebut merupakan warga negara Indonesia asal Aceh yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) terkait perkara narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Tak hanya mengusulkan Red Notice ke Interpol, Bareskrim juga menggandeng Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) untuk membantu proses pengejaran dan penangkapan buronan tersebut.

"Mengirimkan surat permohonan bantuan penangkapan secara police-to-police kepada PDRM Malaysia terhadap DPO Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji," ucap Eko.

Baca juga: Polri Bongkar Modus TPPU Sindikat Narkoba “The Doctor”, Arus Dana Capai Rp 124 Miliar

The Doctor terakhir ketemu Pak Cik pada 2024

Nama Pak Cik Hendra mencuat dari hasil pemeriksaan Andre Fernando alias The Doctor, yang mengaku memperoleh sabu seberat 5 kilogram dari buronan tersebut melalui jaringan internasional.

Andre juga mengungkap bahwa Hendra terakhir kali ditemuinya pada 2024.

Saat itu, wajahnya disebut sudah berubah karena diduga menjalani operasi plastik.

Karena itu, Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim membuat sketsa wajah terbaru buronan tersebut berdasarkan keterangan Andre.

"Yang bersangkutan diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga terdapat perbedaan dengan foto yang ditunjukkan oleh penyidik," ungkap Eko.

Baca juga: Apa Itu Red Notice Interpol?

Sketsa itu nantinya akan dilampirkan dalam lembar DPO bersama foto lama Pak Haji sebelum diduga menjalani operasi plastik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain memburu keberadaan tersangka, penyidik juga menelusuri transaksi keuangan jaringan narkotika yang terhubung dengan Pak Haji.

Hasil analisis perbankan menunjukkan empat rekening yang diduga terkait jaringan tersebut mencatat 14.961 transaksi selama periode 28 Desember 2018 hingga 31 Maret 2026 dengan total nilai mencapai Rp 464,1 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malaysia Masters 2026: Apri/Lanny Susah Payah Singkirkan Junior
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua DPRD Kota Kediri Sebut Rencana Pembangunan Kantor Baru Tinggal Tahap Pelaksanaan
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Trump tahan serangan ke Iran setelah berunding dengan negara Teluk
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Emas Kembali Bersinar, Harga Antam-Galeri24 di Pegadaian Kompak Cetak Kenaikan
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.