Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global tahun ini akibat perang di Timur Tengah.
IDXChannel - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global tahun ini akibat perang di Timur Tengah.
Menurut laporan World Economic Situation and Prospects 2026 Mid-year Update, proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini direvisi turun menjadi 2,5 persen dari 2,7 persen.
Dilansir dari Xinhua pada Rabu (20/5/2026), angkanya turun signifikan dari 3,0 persen pada 2025.
Guncangan yang ditimbulkan oleh krisis di Timur Tengah terutama dirasakan di sektor energi. Tutupnya Selat Hormuz dan rusaknya sejumlah infrastruktur migas mengganggu pasokan minyak dan gas, mengerek harga, dan menghambat rantau pasok global.
Meskipun lonjakan harga memberikan keuntungan besar bagi perusahaan energi, hal itu telah meningkatkan tekanan biaya bagi rumah tangga dan bisnis di seluruh dunia.
Selain energi, perang di Timur Tengah juga berpotensi mengerrk harga pangan. Pasokan pupuk mengalami gangguan, sehingga mendorong kenaikan biaya produksi yang dapat mengurangi hasil panen.
Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menghentikan tren disinflasi global yang berlangsung sejak 2023, dengan inflasi diperkirakan meningkat dari 2,6 persen pada 2025 menjadi 2,9 persen tahun ini di negara-negara maju, dan dari 4,2 persen menjadi 5,2 persen di negara-negara berkembang. (Wahyu Dwi Anggoro)





