Rupiah Keok, Anies Baswedan: Berhenti Beri Obat Tidur kepada Publik!

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilainya sedang berada dalam tekanan serius. Dalam pernyataannya di media sosial, Anies meminta pemerintah berhenti menenangkan publik dengan narasi yang dianggap semu.

Pernyataan itu disampaikan Anies melalui akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan pada Rabu (20/5). Ia menilai situasi ekonomi saat ini “tidak baik-baik saja” dan membutuhkan keterbukaan penuh dari pemerintah.

Ia menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh titik terendah sepanjang sejarah. Menurut Anies, kondisi tersebut mulai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus. Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak,” ujar Anies.

“Saya mengajak kepada pemerintah berhentilah memberi obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya. Sampaikan masalah dengan jujur. Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten. Pimpin secara solid, ajeg, dan dari atas sampai bawah. Itu yang menenangkan pasar dan itu yang akan menenangkan rakyat,” ujar Anies.

Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi dan gejolak global, masyarakat maupun pelaku pasar hanya membutuhkan satu hal, yakni kepastian arah kebijakan pemerintah.

“Dalam situasi seperti ini yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal, kepastian. Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula. Tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran. Dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa,” katanya.

Baca Juga: Publik Jangan Panik! Purbaya Jelaskan Bedanya Kondisi Ekonomi 2026 dan Krisis 1998

Anies juga menyoroti pola komunikasi pemerintah yang dinilai hanya menampilkan data positif, sementara persoalan yang memburuk justru ditutup-tutupi. Kondisi itu disebut membuat pasar kehilangan kepercayaan.

“Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan. Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda. Kebijakan berubah-ubah. Hari ini begini, besok berbeda. Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri, bahkan sebagian kabur,” ucap dia.

Tak berhenti di situ, Anies turut mengkritik keteladanan pemerintah dalam pengelolaan anggaran negara. Ia menilai ada ketimpangan ketika rakyat diminta berhemat, sementara pemerintah justru dianggap masih sibuk dengan agenda yang bukan prioritas.

“Keteladanan juga tidak hadir. Di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas. Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan,” terangnya.

Anies menegaskan peringatan mengenai tekanan ekonomi Indonesia tidak hanya datang dari kalangan dalam negeri, tetapi juga dari lembaga internasional hingga media asing yang memantau kondisi Indonesia.

“Peringatan sudah datang dari mana-mana. Dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuangan internasional, dari media-media nasional dan internasional yang mengamati Indonesia. Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan adalah hajat hidup ratusan juta orang. Maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan,” imbuhnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Blak-blakan: Kondisi Negeri Ini Tidak Baik-Baik Saja

Baca Juga: IKN Belum Jadi Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Bilang Begini

Menutup pernyataannya, Anies mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi masa sulit yang disebut masih membayangi ke depan. Meski begitu, ia tetap mengajak publik untuk optimistis dengan syarat pemerintah serius menangani persoalan bangsa.

“Suka tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita. Tekanan ekonomi belum mereda. Cuaca ekstrem akan hadir dan menerpa. Dan dunia di luar sedang bergolak. Tentu kita tetap harus optimis bahwa kita akan bisa melewati itu semua. Asal kita berjalan dengan mata terbuka. Bukan dengan ilusi yang dibuat-buat. Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini,” pungkasnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bacakan 7 Poin Gugatan, TAUD Tolak Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke POM TNI
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Daftar Nominasi Penghargaaan Super League 2025/2026: Borneo FC Kalahkan Persib, Persebaya dan PSM Tidak Kebagian
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Niat Puasa Dzulhijjah Teks Arab dan Artinya, Lengkap dengan Doa Berbuka dan Keutamaan
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Digiland Run 2026 Sukses Dorong Jakarta Menuju Sport Tourism Dunia
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penjual Kue Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Makale
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.