JAKARTA, KOMPAS.TV - Analis Komunikasi Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Kunto Adi Wibowo mengatakan komunikasi pemerintah terhadap rakyat saat ini yang terjadi adalah berusaha menutup-nutupi supaya tidak panik.
Hal tersebut disampaikan Kunto Adi Wibowo dalam Breaking News tentang ‘Presiden Prabowo Pidato Ekonomi di DPR’ di Kompas TV, Rabu (20/5/2026).
“Komunikasi pemerintah ke masyarakat yang terjadi hari ini adalah komunikasi yang tadi, berusaha menutup-nutupi supaya masyarakat tidak panik,” ucap Kunto.
Oleh karena itu, kata Kunto, sikap pemerintah yang menutup-nutupi situasi ekonomi agar rakyat tidak panik mendapat hukuman dari pasar.
Baca Juga: Amran Pecat ASN Kementan karena Diduga Selewengkan Anggaran Pertanian Rp500 Juta, Pelaku Kini DPO
“Makanya dihukum oleh pasar, karena pasar menganggap, ya kita bisa tahu kok dari semua indkator ekonomi, nggak usah ditutup-tutupi lah,” ujar Kunto.
“Bikin policynya yang masuk akal, bikin policynya yang memang merespons indikator-indikator itu. Itu yang pasar lakukan dengan cara menghukum dengan indeks harga saham terjun bebas, rupiah tetap turun ke dolar.”
Kunto menekankan, sebaiknya pemerintah menjadikan dinamika ekonomi yang terjadi belakangan ini dengan memperbaiki komunikasi.
“Apalagi Pak Prabowo juga kemarin di beberapa pemberitaan internasional juga disinggung kan, bahkan dikritik soal bagaimana Prabowo down play atau meremehkan soal indikator nilai tukar rupiah ke dolar itu, yang bilang orang desa nggak pakai dolar,” ujar Kunto.
Baca Juga: Mentan Amran Minta Aparat Tangkap Eks ASN Kementan yang Diduga Selewengkan Anggaran
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pemerintahan prabowo
- prabowo
- presiden prabowo subianto
- pemerintahan prabowo dihukum pasar
- kunto adi wibowo




