Xi Jinping Desak Penghentian Perang di Timur Tengah

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Xi Jinping Presiden China menyerukan penghentian seluruh permusuhan di Timur Tengah “segera”. Ia juga menegaskan bahwa kawasan tersebut kini berada pada titik kritis antara perang dan perdamaian.

Pernyataan itu disampaikan Xi saat menerima kunjungan Vladimir Putin Presiden Rusia di Great Hall of the People, Beijing, Rabu (20/5/2026). Kunjungan itu dalam agenda pertemuan bilateral yang juga membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara.

Menurut Xi, penghentian konflik menjadi langkah paling mendesak untuk mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan.

“Penghentian total permusuhan di Timur Tengah adalah hal yang paling mendesak. Melanjutkan kembali konflik tidak dapat diterima, sementara jalur negosiasi harus menjadi prioritas utama,” ujar Xi dilansir dari Xinhua.

Xi menilai situasi internasional saat ini berada dalam kondisi penuh gejolak dengan meningkatnya kembali unilateralisme dan hegemoni global.

Meski demikian, ia menegaskan perdamaian, pembangunan, dan kerja sama internasional tetap menjadi aspirasi utama masyarakat dunia.

Dalam pertemuan dengan Putin, Xi mendorong penguatan koordinasi strategis jangka panjang antara China dan Rusia guna membangun sistem tata kelola global yang disebutnya “lebih adil dan masuk akal”.

Ia mengatakan hubungan Beijing dan Moskow terus berkembang melalui peningkatan kepercayaan politik, kerja sama strategis, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keadilan internasional.

Xi menambahkan bahwa berakhirnya konflik di Timur Tengah akan membantu mengurangi gangguan terhadap pasokan energi global dan menjaga stabilitas rantai industri serta distribusi dunia.

“Kondisi di kawasan kini berada pada persimpangan kritis antara perang dan perdamaian,” kata Xi.

Kunjungan Putin ke China berlangsung selama dua hari dan bertepatan dengan peringatan 25 tahun Treaty of Good-Neighborliness and Friendly Cooperation antara kedua negara.

Perjanjian persahabatan China-Rusia tersebut pertama kali ditandatangani pada 2001 oleh Jiang Zemin, Presiden China saat itu, bersama Putin.

Dalam pertemuan kali ini, kedua negara juga sepakat memperpanjang masa berlaku traktat tersebut.

Kunjungan Putin ke Beijing berlangsung hanya beberapa hari setelah Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyelesaikan lawatan tiga hari ke China dan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Xi Jinping. (saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Bisa Tag Akun Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk Lapor Kejahatan Jalanan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Skotlandia umumkan skuad final Piala Dunia 2026
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya Pede Dapat Kejar Target Prabowo Pertumbuhan Ekonomi RI 6,5% di 2027
• 1 menit lalukatadata.co.id
thumb
Kronologi RM Pagi Sore di PIK Diboikot Warga Malaysia, Buntut Kasus Viral Turis Dituding Tak Bayar Usai Makan
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Polda Metro Gandeng Poskamling dan Pegiat Medsos untuk Buru Begal di Jakarta
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.