Liputan6.com, Jakarta - Dokter Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap alasan aktivis KontraS Andrie Yunus belum dapat dihadirkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Bukan tanpa alasan, korban dinilai masih rentan infeksi dan sedang menjalani tahap tandur kulit.
Hal itu diungkap oleh dokter spesialis mata Faraby Martha saat dihadirkan menjadi ahli di sidang lanjutan, Rabu (20/5/2026).
Advertisement
Menurut dia, kondisi mata Andrie masih dalam penanganan intensif. Korban masih memakai obat tetes dan antibiotik untuk mencegah infeksi.
“Yang paling kami takutkan adalah risiko infeksi apabila pasien ini menjalani suatu aktivitas, terutama aktivitas di wilayah hukum yang banyak orang hadir,” kata Faraby, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, dokter spesialis bedah plastik Parintosa Atmodiwirjo menambahkan, kulit korban masih dalam proses tandur kulit. Pada fase itu, pasien harus membatasi gerak ketat.
“Tandur kulit itu harusnya tidak bisa bergerak. Jadi kalau dia bergerak seperti menanam rumput, ketika rumputnya digeser, lepas kembali akarnya,” ucap Parintosa.
Meski begitu, saat dicecar penasihat hukum, Parintosa memastikan Andrie tetap dalam kondisi sadar penuh. Dokter juga membuka peluang korban hadir di sidang.
“Dari saya ada kemungkinan,” katanya saat ditanya apakah Andrie bisa dihadirkan di persidangan.



