Prabowo Targetkan Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen dari PDB

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menargetkan defisit APBN berada di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dalam kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2027, defisit dirancang berada pada kisaran 1,80-2,40 persen dari PDB.

Prabowo mengatakan pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal dan menekan kebutuhan pembiayaan agar ruang anggaran tetap terjaga untuk mendukung program prioritas nasional.

“Defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5).

Di sisi penerimaan negara, pemerintah menargetkan pendapatan negara tahun depan mencapai 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB.

Sementara itu, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 persen sampai 14,80 persen dari PDB untuk mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah.

“Untuk mendukung berbagai program prioritas kita, belanja negara direncanakan berada di kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB kita,” ungkapnya.

Dalam asumsi makro RAPBN 2027, pemerintah juga memperkirakan inflasi berada di rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen. Nilai tukar rupiah dipatok di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS, sementara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,5 persen sampai 7,3 persen.

Di sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP dipatok di kisaran USD 70 hingga USD 95 per barel. Adapun lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas diperkirakan berada di kisaran 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Optimistis Capai Target

Di samping itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peluang mencapai target pertumbuhan tersebut cukup besar. Menurut dia, pondasi pertumbuhan mulai terlihat sejak tahun ini dan diperkirakan semakin kuat pada tahun depan.

“Sekarang aja, tahun ini aja kita dorong mendekati 6 persen, jadi peluangnya besar sekali,” kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5).

Purbaya menjelaskan, salah satu faktor yang membuat pemerintah optimistis adalah mulai bergeraknya aktivitas swasta. Menurutnya, kontribusi sektor swasta saat ini belum berjalan secara penuh sehingga masih ada ruang besar untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi pada tahun depan.

“Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya udah berjalan lebih baik dibanding sekarang,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Rekomendasi Laptop Rp5 Jutaan untuk Editing Video Ringan
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Bos Danantara Ungkap Alasan PT DSI Dibentuk, Banyak Devisa Hasil Ekspor Parkir di Luar Negeri
• 25 menit laluidxchannel.com
thumb
Prabowo: Kita Harus Bikin HP, Mobil, Motor Sendiri, Jangan Cuma Jadi Pasar
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Buka Lowongan PPNPN 2026, Cek Syarat dan Link Pendaftarannya
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah Dilihat dari Sikapnya saat Mendengarkan Orang Lain
• 19 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.