Banyak orang tua masih fokus pada hasil akhir saat anak mengikuti perlombaan atau kompetisi. Padahal, menurut Psikolog Anak dan Co-founder Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, hal yang lebih penting justru bagaimana anak belajar memaknai proses, termasuk saat mengalami kekalahan.
Menurut Saskhya, orang tua perlu membantu anak melihat kekalahan bukan sebagai sesuatu yang memalukan, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
“Biasanya saya tanya ‘Apa yang menarik atau apa yang kamu temui dari kekalahan kamu?” ucapnya dalam acara kompetisi DANCOW Indonesia CERDAS Season 2 di Jakarta Pusat, Senin (18/5).
Dengan cara tersebut, fokus pembicaraan tidak lagi hanya pada menang atau kalah, tetapi pada strategi, pengalaman, dan evaluasi yang bisa dipelajari anak setelah mengikuti kompetisi.
Jangan Hanya Rayakan Kemenangan AnakSaskhya juga menilai orang tua sebaiknya tidak hanya merayakan saat anak berhasil menjadi juara. Anak juga perlu diapresiasi ketika mereka sudah berani mencoba, berusaha, dan tetap bangkit meski belum berhasil.
“Saya selalu bilang, kalau kita mau selebrasi, kalau kita mau merayakan, jangan merayakan menangnya aja. Tapi merayakan ketika kamu belum menangnya,” imbuhnya.
Menurutnya, orang tua bisa mengajak anak membahas hal-hal positif yang tetap mereka dapatkan selama mengikuti kompetisi. Misalnya, komentar baik dari juri, jawaban yang sudah bagus, atau bagian mana yang masih bisa diperbaiki untuk ke depannya.
Pendekatan seperti ini dinilai penting terutama pada usia sekolah, karena anak sedang belajar membangun cara pandang terhadap kegagalan, tantangan, dan rasa percaya diri.
Selain itu, Saskhya mengingatkan agar orang tua memilih waktu yang tepat saat mengajak anak berdiskusi. Hindari memberi nasihat ketika anak sedang sedih, menangis, atau stres setelah kalah.
“Pendampingan itu dilakukan di waktu-waktu yang memang pas anak tuh lagi santai dan fokus gitu. Misalnya lagi makan bareng, lagi duduk, jangan dia lagi stres kita kasih nasihat gitu ya,” tuturnya.
Dengan pendampingan yang tepat, anak bisa belajar bahwa kalah bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses untuk berkembang dan mencoba lagi dengan lebih baik, Moms.





