JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan penyebab gaji guru kecil di Indonesia dikarenakan aliran kekayaan lari ke luar negeri dalam jangka panjang.
Faktor pengaruh kecilnya gaji guru, aparat penegak hukum, hingga ASN disampaikan Prabowo saat pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kebocoran kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri membuat lemahnya kekuatan anggaran negara.
Prabowo menuturkan kebocoran dipicu oleh praktik kecurangan, seperti underivoicing atau pemalsuan harga jual komoditas di atas kertas.
Menurut Prabowo, underinvoicing merupakan bentuk penipuan di atas kertas.
BACA JUGA:Prabowo Klaim Indonesia Kini Dihormati Dunia karena Surplus Pupuk: Banyak Negara Minta Bantuan Kita
Sehingga, praktik kecurangan ini membuat pendapatan yang seharusnya masuk ke kas negara menjadi tersumbat.
Padahal, pendapatan tersebut akan digunakan untuk membiayai kesejahteraan pegawai pemerintah.
"Ini sebabnya gaji-gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat, dan sebagainya," kata Prabowo.
Banyak pengusaha yang tidak melaporkan barang yang mereka jual atau beli ke luar negeri secara jujur.
"Banyak di antara mereka membuat perusahaan di luar negeri. Dia jual dari perusahaan dia di dalam negeri ke perusahaan dia di luar negeri yang harganya jauh di bawah harga yang sebenarnya," tutur Prabowo.
BACA JUGA:Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai yang Tak Mampu
Prabowo turut menyoroti periode 22 tahun terakhir yang disebutnya sebagai kondisi "inflow-outflow" ekonomi Indonesia.
Menurutnya kondisi tersebut menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan arus kekayaan negara meski tidak terjadi krisis ekonomi besar.
Prabowo memaparkan bahwa dalam 22 tahun, berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) total keuntungan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 436 miliar dolar AS.
- 1
- 2
- »





