Dalam pidato di Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan mengapresiasi sepak terjang perusahaan makanan dan minuman asli Tanah Air yang berhasil melakukan ekspansi besar-besaran.
"Kita juga harus mengakui prestasi banyak perusahaan-perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global," kata Prabowo, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menyebut, dua produk unggulan Indonesia yang terkenal di luar negeri yaitu Indomie dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan Kopiko dari PT Mayora Indah, Tbk
"Indofood sudah dipasarkan di seluruh dunia, kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyarinya Indomie. Bahkan banyak negara Afrika menganggap itu produk mereka," ucapnya.
"Lalu perusahaan seperti Mayora berhasil memasarkan Kopiko di lebih 29 dari 100 negara karena mereka memiliki brand ambassador," imbuhnya.
Baca juga: Dorong Ekonomi “Jalan Tengah”, Prabowo Minta Bank BUMN Turunkan Bunga ke Pengusaha Kecil Sentilan keras soal birokrasi Tak hanya memuji prestasi Indomie cs, lanjutan dari pidato tersebut justru menyoroti iklim regulasi di dalam negeri yang dinilainya masih mempersulit ruang gerak para pelaku usaha. Bahkan, ia membandingkan negara tetangga, Malaysia,
"Pemerintah harus perbaiki semua institusi kita supaya ada iklim usaha yang baik. Jangan pengusaha diperes terus. Jangan pengusaha diganggu. Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dua tahun? Memalukan," ungkapnya.
Ia juga mengkritik banyaknya aturan turunan yang justru membuat proses birokrasi semakin panjang dan rumit.
“Dan kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah presiden, perintah menteri dibawa, bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan Menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah. Akal-akalnya itu.”
Prabowo menegaskan seluruh menteri harus mulai membenahi birokrasi hingga ke level bawah agar pelayanan kepada dunia usaha bisa berjalan lebih efektif.
“Saya ingatkan ya, semua menteri tertipkan birokrasimu ke bawah,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)





