FAJAR, MAKASSAR – Kondisi internal KONI Kota Makassar tengah goyah. Setelah empat pengurus mereka mundur pekan lalu, kini lima orang menyusul.
Secara total, sudah sembilan pengurus KONI Makassar yang dikabarkan mundur dari jabatannya. Nahasnya, kondisi ini terjadi jelang pelaksanaan Musprov 2026 di Bone dan Wajo.
Pengamat olahraga Maulana Yusuf menilai, kondisi ini bisa berdampak buruk pada prestasi olahraga Kota Makassar. Sebab, sebentar lagi momentum Porprov akan berlangsung dan di sana prestasi akan diuji.
Dengan pengunduran diri para pengurus, diduga internal KONI memang tidak solid. Sehingga, kondisi ini dianggap sangat rentan terhadap pola pembinaan atlet di setiap cabor.
“Ini seharusnya menjadi cermin bersama. Bagaimana prestasi mau meningkat, kalau di internal KONI saja kocar kacir. Ini kan bisa berdampak pada penurunan prestasi Makassar, apalagi Porprov yang lalu Makassar juara umum,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan, Ketua KONI harus segera ambil sikap terkait kondisi ini. Semua hal harus dibicarakan secara terbuka dan transparan, agar cabor dan atlet tidak hilang arah.
“Ketua harus segera ambil sikap, perbaiki apa yang salah. Ketua juga harus tetap mendengar masukan dari pengurus lain. Katanya olahraga Makassar harus harum, tetapi kalau kondisinya begini kan bisa lain ceritanya, jangan sampai cuma ketua saja yang wangi,” tegasnya.
Mantan pengurus KONI Kota Makassar itu juga mengaku tahu betul seperti apa organisasi keolahragaan itu seharusnya berjalan. Semua harus dilakukan secara kolektif, diisi oleh orang-orang yang mengerti olahraga, dan tidak dijadikan kendaraan untuk maksud-maksud di luar olahraga.
“KONI ini kan organisasi, induknya olahraga, jadi arahnya sudah jelas, prestasi. Pengurusnya juga harus mengerti olahraga, tempatkan di bidangnya masing-masing. Karena repot juga kalau yang di dalam tidak mengerti olahraga,” terangnya.





