YOGYAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua PP Muhammadiyah, Prof Irwan Akib berpendapat, cerita dalam film ‘Children of Heaven’ karya Hanung Bramantyo merupakan salah satu wujud pendidikan karakter.
Ia menyampaikan pendapat itu dalam diskusi dan refleksi film tersebut, di Yogyakarta, seusai menonton bareng pemutarannya, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, meski setting dalam film tersebut adalah tahun 1988 hingga 1990 an, namun cerita di dalamnya masih relevan dan banyak terjadi di kehidupan saat ini.
”Walaupun itu settingan setting-nya (tahun) 80-an, 90-an, sebenarnya kondisinya hari ini masih masih sangat relevan ya,” tuturnya.
Baca Juga: Hanung Bramantyo Sutradarai Film Children of Heaven: Ini Pertama Kali Saya Bikin Film Ramah Anak
Prof Irwan bahkan menyarankan agar guru atau pengajar mengajak anak didiknya untuk menonton film tersebut untuk memberikan pendidikan karakter.
“Malah saya menganjurkan kalau bisa sekolah-sekolah mengajarkan pendidikan karakter pergi aja nonton ini,” tuturnya.
“Ini rill ini, rill yang kita hadapi, bagaimana perjuangan seorang anak, bagaimana perjuangan ibu dan bapak, dan bagaimana seorang guru yang tadinya dengan kondisi yang sangat disiplin itu lalu kemudian punya rasa empati terhadap anaknya ya.”
Karakter semacam itulah yang menurut dia perlu dimiliki oleh pendidik dan orang tua, maupun anak-anak peserta didik.
“Nah, oleh karena itu, daripada kita berteori pendidikan karakter, kita menikmati aja ini film. Ini pendidikan karakter yang sangat rill,” tambahnya.
Sementara, Ketua Umum PP Aisyiyah, Salmah Orbayinah yang juga hadir dalam kegiatan nonton bareng dan diskusi tersebut, menilai film itu menceritakan tentang perjuangan orang tua dan anak dalam menjalani hidup.
“Tadi kan yang ayahnya berjihad, ya. Ibunya juga berjihad, anak-anaknya juga berjihad. Maka di sana Allah tidak hanya memberikan satu jalan, banyak jalan untuk menuju kesuksesan,” kata dia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- hanung bramantyo
- film children of heaven
- children of heaven
- irwan akib
- diskusi film
- pp muhammadiyah





