Prabowo Miris Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Masih Miskin

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Prabowo Subianto Presiden merasa miris dengan kondisi ekonomi Indonesia yang terus tumbuh, tapi masyarakatnya masih banyak yang miskin.

Presiden merasa terpukul dengan kondisi tersebut, di mana rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 7 tahun terakhir mencapai 5 persen.

“Pertumbuhan kita pertumbuhan kita dalam 7 tahun terakhir memang baik. 5 persen setiap tahunnya. Tiap tahun selama 7 tahun kali 5 persen, pertumbuhan kita 35 persen. Tapi apa yang terjadi? Saya mengajak kita jujur kepada diri kita sendiri dan kepada rakyat kita. Menyakitkan bagi kita, ekonomi tumbuh tapi rakyat kita yang miskin tambah,” ungkap Prabowo pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Kemudian, Prabowo juga mempertanyakan permasalahan itu kepada politikus, organisasi masyarakat dan pakar-pakar di Indonesia. Kenapa kemiskinan bisa meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi.

“Jawaban harus matematis, dan menurut saya jawabannya adalah, bahwa kemungkinan besar. Bukan kemungkinan, saya yakin. Sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajectory yang tidak tepat,” imbuhnya.

Kalau persoalan tersebut tidak segera dibenahi, Prabowo pesimistis Indonesia bisa jadi negara makmur lantaran tidak bisa menjaga kedaulatan bangsa.

Padahal, Indonesia adalah bangsa yang kaya dan bisa dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian bangsa dan masyarakatnya.

“Kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita jadi bangsa yang makmur. Tidak mungkin kita jadi tanpa kemakmuran, kita tidak mungkin bisa menjaga kedaulatan kita. Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah. Bangsa yang selalu takut, takut kurs dolar,” pungkasnya.

Pada Februari 2026, Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) merilis data presentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 8,25 persen, menurun 0,22 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,32 persen poin terhadap September 2024.

Total ada 23,36 juta penduduk miskin. Di mana presentasenya ada 6,60 persen di perkotaan, 10,72 persen di perdesaan.

Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurang sebanyak 0,09 juta orang (dari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025).

Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 0,40 juta orang (dari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025).(lea/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Masih Tertekan, Bank Indonesia Diperkirakan Bakal Naikkan Suku Bunga
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pimpinan DPR Yakin Pidato Prabowo di Paripurna Akan Perkuat Rupiah
• 4 jam laludetik.com
thumb
Arsenal Juara Liga Inggris, Tottenham Terancam Degradasi
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Soal Pidato Presiden di Paripurna, Ketum PRIMA: Arah Baru Pembangunan Nasional Berbasis UUD 1945 dan Pancasila
• 6 jam laludisway.id
thumb
Asmo Sulsel dan Polres Gowa Edukasi Safety Riding bagi Siswa SMAN 20 Gowa
• 7 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.