Seorang warga terkena pantulan rekoset peluru saat anggota Pomdam III/Siliwangi menggerebek lokasi pengoplosan gas, diduga dibekingi oknum anggota TNI di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/1 Bogor Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto menjelaskan kronologisnya.
"Kronologi pada saat itu Satlak Lidpamfik Pomdam III/Slw menindaklanjuti informasi masyarakat, mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD sebagai pelindung (beking) lokasi pengoplosan gas bersubsidi," kata Letkol Anggi, ketika dimintai konfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Saat di lokasi, kata Anggi, anggota Pomdam Siliwangi mendapat perlawanan dari sekelompok warga. Dalam kondisi terdesak, anggota Pomdam Siliwangi melepaskan tembakan peringatan. Namun serpihan peluru atau rekoset mengenai seorang warga.
"Namun saat tim melakukan upaya penegakan hukum dilokasi, terjadi situasi dimana tim mendapatkan hambatan berupa perlawanan dari sekelompok warga setempat," kata Anggi.
"Dalam kondisi yang mendesak tersebut, personel di lapangan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sesuai SOP untuk mengendalikan situasi. Namun terdapat satu warga sipil yang terkena rekoset (pantulan) atau dampak dari tembakan tersebut pada bagian bahu sebelah kanan," sambungnya.
Kasus tersebut, lanjut Anggi, saat ini sudah dalam penanganan Pomdam III/Siliwangi Bandung. Sementara korban terkena imbas tembakan peringatan sudah dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan.
"Segera setelah kejadian, prioritas utama adalah menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Permasalahan ini sudah dalam penanganan penyelidikan Pomdam III/Slw dan keterangan lebih lanjut akan dijelaskan oleh Pen Kodam III/Slw," kata Anggi.
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial seorang warga terkena imbas tembakan TNI saat penggerebekan pengoplosan gas bersubsidi, di Kampung Kirab, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Korban mengalami luka di bahu.
"Yang pasti (kasus) itu sudah ditangani Pomdam Siliwangi di Bandung. Anggotanya pun (yang ada di lokasi saat kejadian), anggota Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi," kata Komandan Detasemen Polisi Militer (DenPOM) III/1 Bogor Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto, ketika dimintai konfirmasi, Rabu (20/5).
Letkol Anggi mengatakan, peristiwa terjadi ketika anggota Pomdam III/Siliwangi menindaklanjuti laporan terkait dugaan oknum TNI AD jadi pelindung atau beking praktik pengoplosan gas, pada Selasa (11/5) dinihari. Saat di lokasi, anggota Pomdam Siliwangi mendapat perlawanan hingga dikeroyok warga.
"Singkatnya gini, jadi mereka (anggota Pomdam III/Siliwangi) ini dapat informasi dari masyarakat juga, dari jaringan juga, ada pengoplos gas subsidi diduga dibekingi oknum TNI AD, makanya (anggota pomdam) langsung bergerak kesana," kata Anggi.
"Begitu sampai ke sana, tiba-tiba masyarakat muncul keluar, dikeroyok lah mereka (anggota pomdam). Betul, (anggota Pomdam) dikeroyok," imbuhnya.
(dcom/dcom)





