JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia meminta bantuan Yordania dan Turki untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan otoritas Israel setelah tergabung dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza.
Sugiono menjelaskan langkah tersebut diambil karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel, sehingga komunikasi harus dilakukan melalui negara ketiga yang memiliki jalur komunikasi dengan pemerintah Israel.
BACA JUGA:Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Minta Sertifikat Rumah Segera Dikembalikan
“Kita minta bantuan mereka, karena mereka punya jalur komunikasi di sana,” kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Rabu, 20 Mei 2026.
Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia terus berupaya agar para WNI yang ditahan dapat segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia.
Namun, ia mengakui proses komunikasi saat ini menghadapi berbagai kendala.
BACA JUGA:Di Sidang Paripurna DPR, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Jalankan Amanat UUD 1945
“Kita sudah minta. Tadi keterbatasan komunikasi ini, makanya kita harus lewat pihak ketiga. Tapi kita terus melakukan koordinasi dan pemantauan setiap saat,” ujarnya.
Sugiono menilai tindakan Israel terhadap rombongan Freedom Flotilla merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut dia, para relawan tersebut menjalankan misi damai untuk membantu warga Palestina di Gaza.
“Apa yang dilakukan oleh Israel merupakan suatu hal yang melanggar kemanusiaan. Karena mereka ada dalam misi damai,” tutur Sugiono.





