Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Industri Kecil-Menengah untuk Tembus Pasar Eropa

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama ekonomi bilateral mereka melalui program yang mendorong penguatan kapasitas dan jejaring bisnis para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Pemerintah Indonesia mengatakan hal itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Kali ini, kerja sama kedua negara itu dilakukan melalui pelaksanaan “Program Partnering in Business with Germany”. Program itu merupakan salah satu cara pemerintah untuk memperluas peluang perdagangan, investasi, dan akses pasar global bagi pelaku usaha nasional.

“Program Partnering in Business with Germany sebagai instrumen konkret untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing industri kecil dan menengah Indonesia agar mampu terintegrasi ke dalam rantai pasok global, khususnya pasar Eropa,” kata Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera di Jakarta, seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Dia mengatakan bahwa program itu juga menjadi bagian dari komitmen kerja sama ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Jerman, yang diperkuat melalui kesepakatan Joint Economic and Investment Committee (JEIC) Indonesia–Germany. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman.

Dari sisi Jerman, program tersebut adalah bagian dari inisiatif kemitraan perdagangan bilateral pemerintah negara tersebut dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Kemitraan itu difungsikan sebagai suatu usaha untuk mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Terdapat aktivitas dalam gelombang pertama pelaksanaan program ini yang telah dilaksanakan, yaitu program pelatihan dan pengembangan manajerial usaha dari 19 Januari hingga 5 Februari 2026 di Jerman. Aktivitas itu melibatkan 21 peserta dari 19 IKM, yang mewakili perusahaan di sektor makanan dan minuman dari seluruh Indonesia. 

Baca Juga

  • Indonesia-Jerman Teken Work Plan Infrastruktur Mutu 2026-2027
  • Kevin Diks Ukir Sejarah, Pemain Indonesia Pertama yang Jadi Kapten di Liga Jerman
  • Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Ambil Langkah Defensif Terhadap Iran

Dalam aktivitas itu, diadakan sesi pembekalan awal, pelatihan, kunjungan perusahaan, dan pertemuan bisnis dengan mitra usaha dari Jerman. Pemerintah berharap bahwa aktivitas itu mampu meningkatkan kapasitas serta memenuhi standar pasar global bagi para pelaku usaha.

“Apabila industri kecil dan menengah Indonesia mampu memenuhi standar dan diterima di pasar global, maka peluang untuk memperluas akses ke berbagai pasar internasional lainnya akan semakin terbuka,” jelas Dida.

Kemudian, terdapat kegiatan terbaru yang berupa temu alumni atau Alumni Gathering. Kegiatan itu merupakan tahap akhir dari rangkaian program. Acara temu alumni itu ditujukan sebagai refleksi hasil pelaksanaan program, pembagian pembelajaran lintas perusahaan, penguatan jejaring alumni, dan penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan strategis, baik dari Indonesia maupun Jerman. 

Pemerintah mengatakan bahwa program tersebut juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan penetrasi pelaku industri di Indonesia ke pasar Eropa. Hal lain yang ingin dicapai adalah pembukaan peluang kolaborasi serta inovasi yang lebih luas, yang dapat diraih melalui transfer pengetahuan dan penguatan kemitraan jangka panjang.

Mengenai program itu, Kepala Divisi VB4 Kementerian Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman (BMWE) Ulrich Niemann mengatakan bahwa selama 3 pekan di Jerman, para peserta telah melakukan beberapa kegiatan. Mereka menyambangi 10 perusahaan Jerman dan mendatangi 2 pameran besar di sektor makanan, yaitu Green Week di Berlin dan International Sweets and Snacks Fair di Köln. 

Di samping itu, terdapat pula 105 pertemuan bisnis yang difasilitasi selama program berlangsung, dengan rata-rata hampir lima pertemuan bisnis-ke-bisnis (B2B) bagi setiap peserta. Niemann menyebut bahwa hal itu menggambarkan tingginya minat berbagai perusahaan Jerman untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia.

Dia juga menyatakan bahwa, menurut hasil evaluasi program, para peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi internasional. Kemajuan dalam kemampuan itu khususnya timbul dalam segi analisis pasar, komunikasi bisnis, negosiasi bisnis, penjajakan mitra usaha, dan pemahaman terhadap budaya bisnis Jerman. 

Dari program itu, beberapa peserta dilaporkan juga telah menandatangani kesepakatan prakontrak maupun kontrak penuh dengan perusahaan Jerman. Di sisi lainnya, peserta lainnya masih melanjutkan proses negosiasi dan penyesuaian operasional.

Dida pun menganjurkan agar seluruh badan dan lembaga pemerintahan dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik mungkin. Hal yang ditekankannya adalah mengenai penguatan sinergi pengembangan industri kecil dan menengah serta pendampingan menuju pasar internasional.

Dia mengharapkan bahwa industri tanah air dapat terus meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing mereka di tingkat dunia.

“Kami berharap kegiatan Alumni Gathering ini dapat menjadi wadah untuk merefleksikan pelaksanaan program, memperkuat jejaring antar peserta dan pemangku kepentingan, serta mendorong keberlanjutan kolaborasi dalam pengembangan dan peningkatan daya saing industri kecil dan menengah Indonesia,” tutup Dida. (Laurensius Katon Kandela)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan Thudong 16 Bhikkhu dari Jepara Menuju Candi Sewu Diharapkan Perkuat Toleransi dan Keberagaman
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Timnas Indonesia U-19 Matangkan Taktik di Jogja, Nova Arianto Mulai Seleksi Jelang Piala AFF U-19 2026
• 19 jam lalubola.com
thumb
Prakiraan Cuaca Besok Jakarta Kamis 21 Mei 2026, Jakut hingga Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Ringan
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Guntur soal Prabowo Ucap Terima Kasih: PDI-P Memang Berkorban dengan Tetap Konsisten di Luar Koalisi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Anies dan Ganjar Kompak Sindir Kondisi IHSG hingga Dolar saat Pidato Prabowo Hari Ini: Ayo Bangkit!
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.