JAKARTA, DISWAY.ID-- Dengan resmi dibukanya rangkaian Pelatihan Semikonduktor untuk Talenta Indonesia oleh Danantara Indonesia dan Arm, beragam potensi dan keuntungan yang dapat dihasilkan dari pembangunan industri semikonduktor ini pun turut menjadi sorotan publik.
Bukan tanpa alasan, menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan populasi lebih dari 285 juta jiwa dan lebih dari 190 juta warga usia produktif, Indonesia memiliki keunggulan strategis yang kuat untuk menjadi pemain penting di sektor ini.
BACA JUGA:Wamenhaj Apresiasi Petugas Transportasi Haji yang Bertugas di Bawah Terik Matahari Makkah
"Dengan 1.000 talenta yang mengikuti kursus ini hari ini, kami yakin bahwa mereka yang dilatih oleh Arm akan menjadi pemimpin Indonesia berikutnya di industri semikonduktor," tutur Menko Airlangga kepada Disway dan awak media lainnya di Menara Mandiri, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/05).
Selain itu, Airlangga menambahkan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi faktor krusial dalam penguatan industri semikonduktor nasional, terutama dalam menarik investor.
"Potensi ini diperkirakan meningkat hingga USD 600 miliar seiring rencana penandatanganan ASEAN Digital Economy Framework Agreement tahun ini," pungkas Airlangga.
BACA JUGA:Kampanye 3-2-1, AQUVIVA Berangkatkan Marbot dan Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Di sisi lain, Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa juga turut menyampaikan harapan serta dukungannya terhadap dampak pembangunan industri semikonduktor ini terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya juga, kunci menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia terletak pada kemajuan industri dan teknologi.
"Sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, semikonduktor adalah fondasi industri masa depan kita dan landasan bagi kemakmuran Indonesia ke depan," tegas Sigit.





