Penampakan Rusia Kerahkan Hulu Ledak Nuklir, Mengarah ke Mana?

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
1/5

Memperlihatkan rekaman Rusia mengerahan hulu ledak nuklir ke sistem peluncur rudal bergerak Iskander-M dalam rangka latihan nuklir besar-besaran yang digelar bersama Belarusia pada Rabu (20/5/2026). Video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan pasukan mengangkut, memuat, dan memindahkan rudal ke lokasi peluncuran sebagai bagian dari simulasi kesiapan tempur tertinggi penggunaan senjata nuklir. (Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS)

2/5

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan latihan yang berlangsung selama tiga hari itu melibatkan sekitar 64.000 personel militer, lebih dari 200 peluncur rudal, 140 pesawat tempur, 73 kapal permukaan, dan 13 kapal selam. Latihan tersebut juga mencakup prosedur peluncuran senjata nuklir taktis Rusia yang ditempatkan di Belarusia. (Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS)

3/5

Latihan digelar di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Barat terkait perang di Ukraina. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, memperingatkan risiko bentrokan langsung antara Rusia dan NATO semakin meningkat akibat narasi di sejumlah ibu kota Eropa mengenai kemungkinan perang intensitas tinggi dengan Rusia. Ia menilai konsekuensi dari konflik semacam itu dapat menjadi sangat buruk. (Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS)

4/5

Rekaman latihan menunjukkan konvoi pasukan nuklir Rusia bergerak melalui kawasan hutan lebat sambil menyamarkan kendaraan mereka sebelum mengangkat tabung peluncur ke posisi tembak. Sistem rudal Iskander-M, yang dijuluki “SS-26 Stone” oleh NATO, memiliki jangkauan hingga 500 kilometer dan mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir. (Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS)

5/5

Sepanjang perang di Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa kali mengingatkan Barat mengenai kekuatan nuklir negaranya sebagai peringatan agar tidak meningkatkan dukungan terhadap Kyiv. Sementara itu, Institut Studi Perang (ISW) yang berbasis di Amerika Serikat menilai latihan terbaru Rusia bertujuan memperkuat tekanan psikologis terhadap NATO sekaligus menutupi kesulitan Moskow dalam melanjutkan perang di Ukraina. (Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS)

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pram Larang Warga Jual Hewan Kurban di Trotoar: Ganggu Aktivitas Publik
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa DKI Jakarta 21 Mei 2026
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PSIS Semarang Menanti Racikan Ajaib Widodo Cahyono Putro, Usung Misi Antar Laskar Mahesa Jenar Promosi ke Super League
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Bergerak Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK ingatkan pengelolaan anggaran jumbo MBG perlu kehati-hatian
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.