China Sebut Penusukan Warga Jepang di Shanghai Insiden Tunggal, Pelaku Gangguan Jiwa

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Kementerian Luar Negeri China menyebut peristiwa penusukan oleh seorang pria Tiongkok terhadap tiga orang, dua di antaranya adalah warga Jepang, merupakan insiden tunggal dan tak ada sangkut pautnya dengan negara.

"Otoritas China yang berwenang telah mengeluarkan pernyataan. Ini adalah insiden tunggal yang dilakukan seseorang dan menyangkut keselamatan publik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun di Beijing, Rabu, 20 

Baca Juga :
Rusia dan China Kecam Penyitaan dan Pembekuan Aset Negara Asing, Sindir AS?
Xi Jinping dan Ketakutan China Terhadap Taiwan yang Demokratis

Guo Jiakun menyebut pada Selasa, di satu restoran di Shanghai, seseorang dengan gangguan jiwa melukai satu warga negara China dan dua warga negara Jepang dengan pisau.

"Korban luka segera dibawa ke rumah sakit. Tersangka juga telah ditangkap oleh polisi dan kasus ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut," tambah Guo Jiakun.

Pelaku Alami Gangguan Kejiwaan

Ia menyebut Otoritas Tiongkok yang berwenang akan menangani kasus ini sesuai dengan hukum.

"Penyerang telah diidentifikasi sebagai seseorang dengan gangguan jiwa. Saya harus memperingatkan terhadap kecenderungan berbahaya dari beberapa media dan individu untuk membuat asosiasi palsu dan membesar-besarkan insiden tersebut," ungkap Guo Jiakun.

Menurut seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang, ketiga korban adalah dua pria warga negara Jepang dan seorang perempuan China. Ketiganya dibawa ke rumah sakit tapi tidak mengalami luka yang mengancam jiwa.

Polisi telah menahan seorang pria berusia 59 tahun di lokasi kejadian. Menurut sumber kepolisian setempat, pria tersebut memiliki riwayat penyakit mental karena berbicara tidak jelas dan menunjukkan perilaku mencurigakan.

Banyak perusahaan Jepang termasuk beberapa bank besar berkantor di dalam dan sekitar gedung tersebut mengingat gedung tersebut dirancang oleh Mori Building Co. asal Jepang.

Setelah insiden itu, Kedutaan Besar Jepang di China mengirimkan pemberitahuan yang menyarankan warga negara Jepang di Tiongkok untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyarankan mereka untuk bepergian dalam kelompok.

Pemerintah Jepang juga meminta pemerintah China melakukan investigasi terhadap insiden tersebut, menghukum dengan tegas pihak yang bertanggung jawab, dan memastikan keselamatan warga negara Jepang.

Penyerangan terhadap warga negara Jepang telah beberapa kali terjadi di China.

Baca Juga :
Xi Jinping Sebut Hukum Rimba saat Singgung Konflik Timur Tengah di Depan Putin
Xi Jinping Puji Kedekatan China-Rusia: Kuat dan Tak Tergoyahkan!
Putin dan Xi Jinping Dilaporkan Teken 20 Dokumen Kerja Sama di Beijing, Apa Saja Isinya?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dana Gelap di Jalur Ekspor RI: Apa Itu Over dan Under Invoicing?
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Enggak Pakai Lama, iCar Bawa Mobil Baru di GIIAS 2026
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
8 Pendulang Emas Tewas oleh OPM di Yahukimo, TNI Kejar Pelaku
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Get The Look: Inspirasi Outfit Casual dan Cozy ala Dianty Annisa
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.