Pemerintah Bentuk BUMN Khusus Ekspor SDA, Prabowo Targetkan Hentikan Under Invoicing dan Transfer Pricing

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah resmi membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan tata niaga nasional dan mengoptimalkan penerimaan negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap upaya ini sebagai cara mengoptimalkan penerimaan negara.

Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menekan praktik penyimpangan seperti under-invoicing dan transfer pricing yang dinilai merugikan negara.

BACA JUGA:Airlangga Ungkap Alasan Devisa Hasil Ekspor Wajib Parkir di BUMN Mulai 1 Juni 2026

Bahlil menyebut, kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.

"Terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) yang diumumkan tadi oleh Bapak Presiden. Itu memang penjualan daripada hasil komunitas sumber daya alam akan lewat BUMN yang ditunjuk. Tujuan dari kebijakan ini adalah mencegah terjadi under-invoicing dan transfer pricing yang selama ini terjadi," ujar Bahlil dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition di ICE BSD, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk pelaksanaan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang selama ini belum dijalankan secara maksimal.

Kebijakan ini juga merupakan implementasi  pasal 33 UU 1945.

BACA JUGA:Airlangga Resmikan Pelatihan Semikonduktor, Indonesia Dinilai Siap Jadi Pemain Global

Sehingga harus dijalankan meski sebelumnya  perintah belum merealisasikan. Kebijakan ekspor satu pintu hanya berlaku untuk komoditas strategis sektor mineral dan batu bara.

Sementara sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dikecualikan dari aturan tersebut.

Ia berpesan,  sektor hulu migas juga tidak diwajibkan menempatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pemerintah disebut tetap menjaga kepastian regulasi agar aktivitas usaha migas berjalan normal.

Hal ini mempertimbangkan kondisi industri migas yang mayoritas produksinya diserap pasar domestik, sementara ekspor umumnya sudah terikat kontrak jangka panjang.

BACA JUGA:19 WNA Asal Kamboja Digerebek di Tangerang, Diduga Siapkan Markas Love Scamming

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lowongan Kerja PT Agrinas Palma Nusantara 2026, Buka Banyak Posisi Tanaman hingga Pabrik
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Gebrakan KDM Sikapi Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Buat Sayembara Temukan Aman Yani: Saya Kasih Rp750 Juta
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Persijap Jadi Momok! Imbangi Borneo dan Kalahkan Persib Bandung: Akankah Ambisi Juara di GBLA Bakal Jadi Lautan Kekecawaan Maung Bandung?
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Kemenlu Taiwan Merilis Video Promosi WHA Bertajuk “Taiwan Cares Beyond Borders” Serta Video Teaser “Taiwan Smart Medical & HealthTech Expo”
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
Viral Teror Pocong Berkeliaran di Ciputat Timur, Polisi: Pengamen Berkostum | KOMPAS MALAM
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.