Menteri ESDM Pastikan Tahun Ini Tak Akan Ada Lagi Pemotongan Kuota Ekspor

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa tidak ada pemangkasan kuota ekspor gas pada tahun 2026. Sebelumnya pemangkasan sempat terjadi pada tahun 2025 guna memenuhi kebutuhan LNG domestik.

“Saya janji kepada bapak-ibu semua, 2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market atau pun yang sudah dikontrakkan ke luar negeri,” ucap Bahlil, Rabu (20/5/2026).

Dilansir dari Antara, sempat terjadi gejolak mengenai pemenuhan kontrak ekspor gas pada tahun lalu di mana stok LNG dalam negeri mengalami defisit sebanyak 50 kargo.

Kekurangan tersebut disebabkan oleh melonjaknya permintaan domestik yang melebihi perencanaan pemerintah. Namun pada saat itu, pengelola wilayah kerja (WK) yang menghasilkan LNG terlanjur melakukan kontrak ekspor.

Kontrak tersebut terlanjur terjalin karena pada periode perencanaan pengembangan atau plan of development (POD) WK, pengelola WK harus memastikan kejelasan pasar untuk LNG. Saat WK berada di fase POD, pasar domestik belum bisa menyerap LNG yang dihasilkan.

Sementara itu, Prabowo Subianto Presiden menggiatkan kedaulatan energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut pemerintah setuju untuk menunda sejumlah kargo ekspor ke 2026 sebagai pemenuhan kebutuhan domestik.

“Sekarang semuanya sudah saya setujui untuk ekspornya. Semuanya sudah saya tanda tangan, nggak ada lagi (pemotongan ekspor). Biarlah kebutuhan dalam negeri kami putar otak,” kata Bahlil.

Pemerintah juga siap memberi kepastian terhadap pembeli gas jika kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembeli gas di luar negeri, tetapi tetap ingin mengembangkan potensi cadangan gasnya.

Pemerintah akan menyiapkan beberapa potensi pembeli gas dari berbagai sektor yang memiliki kemampuan untuk menyerap potensi gas dalam jumlah besar. Dengan begitu, KKKS diharapkan tidak ragu untuk berinvestasi dan melanjutkan proyek.

“Saya sudah minta untuk Danantara, dalam hal ini PLN, PGN, maupun beberapa perusahaan lain untuk offtaker-nya (pembelinya) di dalam negeri. Kami beli, supaya bisa ada kepastian. Agar semuanya bisa jalan,” tuturnya. (ant/vve/lta/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IBC Soroti Fondasi Ekonomi RI di Hari Kebangkitan Nasional 2026
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kolaborasi Internasional UMB dan Universiti Teknologi Malaysia Dorong Transformasi Digital Masyarakat Meruya Utara
• 25 menit lalujpnn.com
thumb
Jadwal FIFA Matchday Juni 2026: Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Dede Sunandar Akui Khilaf Pernah Selingkuh dari Karen Hertatum
• 9 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.