HARIAN FAJAR, JAKARTA – Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar menjelang FIFA Matchday Juni 2026. Kapten sekaligus bek utama mereka, Jay Idzes, mengalami cedera serius saat membela klubnya, Sassuolo, di Italia. Cedera pada 3 Mei 2026 dalam laga melawan AC Milan membuatnya terancam absen melawan Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pelatih John Herman terpaksa harus memutar otak menyiapkan opsi terbaik.
Jay Idzes terjatuh dengan posisi kaki yang tidak sempurna usai melakukan lompatan tinggi dalam duel sengit tersebut. Benturan keras itu menyebabkan ia mengalami masalah pada tumit dan lutut, sehingga harus ditarik keluar lapangan lebih awal. Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, menegaskan bahwa kondisi Idzes membuatnya absen dalam laga melawan Torino karena belum pulih sepenuhnya.
“Dia terjatuh cukup keras saat melakukan lompatan, mengalami masalah di tumit, dan kemudian meminta untuk diganti. Saya harap itu bukan sesuatu yang serius,” jelas Fabio Grosso saat diwawancarai, seperti dilansir Sassuolo News pada Sabtu (9/5/2026).
Ancaman bagi Timnas IndonesiaKehilangan Jay Idzes menjadi pukulan berat bagi pelatih John Herdman yang tengah mempersiapkan tim menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026 di SUGBK. Selain kehilangan bek utama dengan kemampuan pembacaan bola yang brilian, Herdman juga kehilangan sosok motivator yang sangat berpengaruh di lapangan.
Pelatih asal Inggris itu kini harus segera mencari skenario alternatif untuk menghadapi situasi ini. Meskipun secara teknis pengganti mungkin bisa ditemukan, menemukan figur dengan aura kepemimpinan setara Jay Idzes menjadi tantangan tersendiri.
Harapan dan Prioritas Keselamatan PemainBelum ada kepastian medis mengenai berapa lama Jay Idzes harus menepi. Jika proses pemulihan berjalan lambat, Herdman mungkin harus mengambil keputusan sulit untuk tidak memanggil sang kapten demi menghindari risiko jangka panjang. Seluruh pencinta sepak bola nasional berharap pemulihan Idzes bisa berjalan cepat tanpa mengabaikan keselamatan jangka panjang sang pemain sebagai prioritas utama.





