Cerita Pigai Pernah Diperiksa Dewan HAM PBB Buntut Dilaporkan 33 LSM

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkap pengalamannyadiperiksa Komite Etik Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat masih menjabat sebagai komisioner Komnas HAM.

“Saya ini mungkin satu-satunya komisioner yang pernah diperiksa PBB, Dewan HAM PBB, Kode Etik Pelanggaran HAM. Saya diperiksa. Mungkin komisioner lain belum pernah diperiksa, ya?" ucap Pigai  saat membuka Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).

Pigai mengatakan, ia dilaporkan ke Dewan HAM PBB oleh 33 lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia.

Menurut dia, laporan tersebut berkaitan dengan langkah yang diambilnya untuk melindungi warga sipil dari kekerasan militer.

Baca juga: Pigai Klaim Indonesia Aman: Saya Naik Motor Enggak Ada yang Ganggu

Pigai mengatakan, saat itu Hafid Abbas memberikan penjelasan kepada Komisioner Etik Dewan HAM PBB bahwa tindakan yang dilakukan Pigai merupakan bentuk demarkasi untuk melindungi sipil dari penetrasi dan kekerasan militer.

“Waktu itu saya dilaporkan oleh 33 LSM Republik Indonesia. Yang ada LSM-LSM ini, laporkan saya padahal saya melindungi rakyat kecil," ungkap dia.

Ia mengatakan, Komite Etik Dewan HAM PBB akhirnya memutuskan dirinya tidak bersalah.

Pigai juga menceritakan pengalaman lain ketika mengikuti seleksi calon komisioner Komnas HAM.

Baca juga: Pigai Ogah Tanggapi “Pesta Babi” tapi Mengaku Sudah Menonton Filmnya

Menurut dia, saat itu dirinya mendapat penolakan dari sejumlah pihak, mulai dari TNI, Polri, lembaga intelijen, hingga puluhan LSM nasional.

Ia mengatakan penolakan tersebut sempat disampaikan oleh Makarim Wibisono yang kala itu menjadi anggota panitia seleksi komisioner Komnas HAM.

“Tentara tolak, Polisi tolak, 33 LSM tolak, Kodam Papua juga menolak Anda menjadi komisioner Komnas HAM," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pigai mengaku justru bersyukur menghadapi situasi tersebut karena merasa berada di posisi independen.

“Dan hari ini, di hadapan kalian, orang yang seperti ini sudah jadi menteri. Jadi, kindness always wins. Kebaikan selalu menang. Kebenaran tidak pernah kalah sekalipun dikalahkan," ujar Pigai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyeksi IHSG Hari Ini, Ada Peluang Rebound?
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Trend Terpopuler: 4 Strategi Gubernur Sherly Tjoanda Sambut Idul Adha, Hingga Tingkah Cece Edelyn Ingin Cari Baby
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Cerita Pigai Dilaporkan 33 LSM sampai PBB Turun Tangan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Bukan Tanpa Alasan, Wapemred Republika Ungkap Alasan Jurnalisnya Ikut Global Sumud Flotilla ke Gaza
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Bank MAS (MASB) Putuskan Tak Bagi Dividen, Laba Ditahan untuk Penguatan Modal
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.