Liputan6.com, Jakarta - Sudin LH Jaksel atau Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan sudah membagikan 2.300 biopori jumbo untuk memilah sampah warga sekaligus mengurangi ketergantungan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
"Dari jumlah tersebut, Sudin LH sebenarnya sudah membagikan 2.300 tong dari 2.400 tong biopori yang tersedia," ujar Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Dedy Setiono saat dihubungi di Jakarta, Kamis (21/5/2026) melansir Antara.
Advertisement
Dedy mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 2.400 tong biopori sudah selesai dibagikan pada awal Juni nanti. Ada pun pembuatan lubang biopori jumbo bertujuan untuk menekan timbulan sampah organik dari rumah tangga, guna mengurangi ketergantungan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.
"Jadi, ini merupakan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026, terkait kebijakan yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber," ucap Dedy.
Selain pembuatan lubang biopori jumbo dan teba modern, pihaknya saat ini juga masif melakukan sosialisasi pilah sampah dari meja makan, baik itu kepada warga, lurah, camat dan unsur lainnya.
"Kami berharap, apa yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan sampah dapat berjalan baik. Sehingga, nantinya penghentian pembuangan sampah umum ke TPST Bantargebang pada 1 Agustus 2026 dapat dilakukan dengan mudah," papar Dedy.




