Persipura Jayapura Buka Suara soal Sanksi Berat yang Dijatuhkan PSSI: Hukuman Bukan Satu-satunya Solusi!

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

‎Jakarta, tvOnenews.com - Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara terkait hukuman berat yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI usai kericuhan pada laga play-off promosi Championship 2025/2026. Sanksi tersebut diberikan setelah pertandingan melawan Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5), berlangsung ricuh seusai peluit panjang dibunyikan.

‎Laga tersebut berakhir pahit bagi Persipura setelah kalah dengan skor 0-1 di hadapan pendukung sendiri. Kekalahan itu sekaligus memastikan tim berjuluk Mutiara Hitam gagal merebut tiket promosi ke kasta tertinggi Super League musim depan.

‎Kekecewaan suporter yang memuncak setelah pertandingan kemudian berubah menjadi kerusuhan di area stadion. Sejumlah fasilitas Stadion Lukas Enembe dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan beberapa kendaraan turut dibakar dalam insiden tersebut.

‎Akibat kejadian itu, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sejumlah hukuman kepada Persipura. Salah satu sanksi yang paling berat ialah larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh di ajang Championship musim depan.

‎Manajemen Persipura pun merespon keputusan tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu. Dalam keterangannya, mereka menyoroti pentingnya menjaga semangat sepak bola tanpa harus sepenuhnya menghilangkan kehadiran suporter di stadion.

‎"Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang," tulis keterangan resmi manajemen Persipura, Rabu (20/5/2026). 

‎"Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini," tambahnya. 

‎Persipura menilai bahwa pembinaan terhadap suporter perlu menjadi fokus utama dalam memperbaiki budaya sepak bola Indonesia. Mereka menegaskan bahwa edukasi dan sosialisasi harus dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh pendukung maupun penonton umum.

‎Menurut manajemen klub asal Papua tersebut, para suporter perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya mendukung tim secara bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga harus diajak untuk menghormati regulasi serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.

‎Persipura percaya langkah edukatif dapat menjadi solusi jangka panjang dibanding hanya mengedepankan hukuman semata. Klub itu menilai perubahan perilaku suporter tidak bisa terbentuk secara instan tanpa adanya komunikasi dan pembinaan yang konsisten.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Wisman Timur Tengah Susut, Kemenpar Ingin Buka Pasar Asia Timur hingga Oseania
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Putin dan Xi Jinping Menandatangani Deklarasi Dunia Multipolar dalam Pertemuan di Beijing
• 21 jam lalupantau.com
thumb
BRI Super League: Paulo Ricardo Ingin Tetap Membela Persija Jakarta untuk Musim Depan
• 3 jam lalubola.com
thumb
PSS Sleman Susun Kekuatan Musim Depan: Datangkan Gelandang Liga Brasil, Bajak Trio Asing PSBS Biak
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Spare Part Mobil yang Paling Dicari Ternyata Banyak Dipamerkan di Sini
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.