Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Tidak hanya pemerintah, keterlibatan dunia usaha, aparat, dan petani menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Semangat kolaborasi tersebut terlihat dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar Polda Jambi bersama PT Brahma Bina Bakti (BBB), member of PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), di Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda nasional Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam rangkaian tersebut juga dilakukan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta Launching Operasional 166 SPPG.
Kegiatan di Provinsi Jambi turut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Jambi, Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan, perwakilan Bulog, pihak perbankan, pemerintah daerah, serta kelompok tani.
Panen raya tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, sektor swasta dan kelompok tani, dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Di Provinsi Jambi sendiri, hingga Mei 2026, penanaman jagung binaan Polda Jambi telah mencapai lebih dari 569 hektar dengan target pengembangan hingga 2.370 hektar sepanjang tahun ini. Sementara itu, hasil panen jagung yang telah terserap mencapai lebih dari 381 ton melalui Bulog.
Melalui inisiatif TAP Untuk Negeri, PT Triputra Agro Persada Tbk memandang ketahanan pangan sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya mendukung agenda nasional, tetapi juga membuka manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. Perusahaan meyakini kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan peluang ekonomi baru di daerah.
Dukungan terhadap program ketahanan pangan dilakukan perusahaan secara berkelanjutan di berbagai wilayah operasional di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur melalui pengembangan lahan produktif bersama masyarakat sekitar. Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat desa sebagai penggarap maupun mitra pengelola lahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyerahan bantuan sosial kepada kelompok tani binaan TAP Untuk Negeri, panen raya jagung bersama, kegiatan pipil jagung, hingga pelepasan hasil panen sebanyak dua ton seluruhnya diserap oleh Bulog.
Dalam sambutannya, Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. B. Ali, menyampaikan bahwa Polda Jambi terus berupaya mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan lahan pertanian jagung di wilayah hukum Polda Jambi.
“Memasuki Kuartal II tahun 2026 hingga bulan Mei ini, binaan Polda Jambi telah melakukan penanaman jagung seluas 569,13 hektar dengan target tahun 2026 mencapai 2.370 hektar. Untuk penyerapan hasil panen, hingga Mei 2026 Bulog telah menyerap sebanyak 381,32 ton dari target 6.200 ton,” ujar Ali.
Pada hari yang sama, Polda Jambi juga melaksanakan panen raya serentak di tujuh titik wilayah hukum Polda Jambi dengan total luas lahan mencapai 14,3 hektar. Kegiatan yang dipusatkan di lahan BBB tersebut diperkirakan menghasilkan total panen sekitar 35 ton dan seluruh hasil panen diserap oleh Bulog.
Bagi masyarakat sekitar, program ini tidak hanya menghadirkan aktivitas pertanian produktif, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan dan membuka peluang usaha baru di desa. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan optimal kini mulai berkembang menjadi area produktif yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Melalui langkah kolaboratif yang dilakukan secara berkelanjutan, TAP Untuk Negeri diharapkan sinergi antara dunia usaha dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk mendukung terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di daerah.





