CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menjelang Hari Raya Idul Adha, konsumsi daging kambing biasanya meningkat di tengah masyarakat. Berbagai olahan seperti sate, gulai, hingga tongseng menjadi hidangan favorit saat momen kurban tiba.
Namun, tidak sedikit orang merasa khawatir makan daging kambing karena takut tekanan darah naik atau memicu hipertensi. Anggapan tersebut sudah lama berkembang di masyarakat dan sering membuat sebagian orang memilih menghindari olahan kambing saat Idul Adha.
Padahal, sejumlah sumber kesehatan menyebut daging kambing tidak otomatis menyebabkan tekanan darah tinggi. Cara pengolahan dan pola makan secara keseluruhan justru menjadi faktor yang lebih berpengaruh.
1. Daging Kambing Tidak Langsung Memicu Hipertensi
Banyak orang percaya tekanan darah akan langsung naik setelah makan sate atau gulai kambing. Faktanya, penelitian yang dimuat dalam PubMed Central (PMC) menyebut belum ada bukti kuat bahwa daging kambing secara langsung menyebabkan hipertensi.
Tekanan darah lebih mudah meningkat karena konsumsi garam berlebihan, makanan tinggi lemak, santan pekat, serta pola hidup kurang sehat seperti merokok dan jarang olahraga.
Karena itu, olahan kambing saat Idul Adha yang terlalu asin atau berlemak justru lebih perlu diwaspadai dibanding daging kambingnya sendiri.
2. Kandungan Lemak Daging Kambing Ternyata Lebih Rendah
Menurut Healthline, daging kambing memiliki kandungan lemak lebih rendah dibanding beberapa jenis daging merah lainnya.
Dalam 85 gram daging kambing matang hanya terdapat sekitar 2,6 gram lemak. Kandungan lemak jenuhnya juga lebih rendah dibanding daging sapi.
Fakta ini membuat daging kambing sebenarnya bisa menjadi pilihan protein hewani yang lebih sehat jika dikonsumsi secukupnya dan diolah dengan benar.
3. Kaya Protein yang Dibutuhkan Tubuh
Selain rendah lemak, daging kambing juga kaya protein. Healthline mencatat satu porsi daging kambing mengandung sekitar 23 gram protein.
Protein penting untuk membantu pembentukan otot, memperbaiki jaringan tubuh, dan menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Asupan protein yang cukup juga membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalani aktivitas sehari-hari.
4. Mengandung Zat Besi yang Baik untuk Darah
Daging kambing juga mengandung zat besi yang cukup tinggi. Nutrisi ini berfungsi membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
Menurut Healthline, kandungan zat besi pada daging kambing termasuk tinggi dibanding beberapa jenis daging lainnya.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mudah lemas, pusing, dan cepat lelah.
5. Kalium dalam Daging Kambing Membantu Menjaga Tekanan Darah
Selain protein dan zat besi, daging kambing mengandung kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi pembuluh darah.
Healthline menyebut kalium dapat membantu mengontrol tekanan darah karena membantu menyeimbangkan kadar natrium atau garam dalam tubuh.
Karena itu, konsumsi daging kambing dalam jumlah wajar sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan bagi orang sehat.
Cara Sehat Mengolah Daging Kambing
Saat Idul Adha, masyarakat biasanya mengolah daging kambing menjadi sate, gulai, atau tongseng dengan penggunaan garam, kecap, dan santan cukup banyak.
Padahal, konsumsi sodium dan lemak berlebihan justru menjadi faktor yang lebih berisiko meningkatkan tekanan darah.
Agar lebih sehat, daging kambing sebaiknya diolah dengan cara dipanggang, direbus, atau dibakar tanpa terlalu banyak tambahan garam dan lemak.
Meski memiliki sejumlah manfaat kesehatan, konsumsi daging kambing tetap perlu dibatasi. Makan berlebihan dalam waktu singkat tetap bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Masyarakat juga disarankan menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayur, buah, dan cukup minum air putih selama perayaan Idul Adha.




