JAKARTA, KOMPAS.TV - Sutradara film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Dandhy Dwi Laksono, buka suara terkait sumber dana pembuatan film dokumenter tersebut.
Menurut penuturannya, sumber dana berasal dari lembaga-lembaga yang logonya ditampilkan dalam poster maupun film tersebut.
"Soal sumber dana, saya kira kami sudah transparan, di film ada logo-logo lembaga, di poster juga ada logo-logo lembaga, dari sana lah sumber dananya," kata Dandhy, Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilaporkan jurnalis KompasTV, Meidina Andas.
Ia kemudian menyoroti sumber dana para politikus, elite militer, hingga korporasi yang disebutnya terlibat dalam perusakan lingkungan.
Baca Juga: KSAD Sebut Tak Ada Instruksi Langsung terkait Pembubaran Nobar Film "Pesta Babi"
"Justru yang penting adalah dari mana sebenarnya sumber dana para politikus, dari mana sumber dana para jenderal, dari mana sumber dana korporasi-korporasi yang menghancurkan tanah-tanah," ujarnya.
Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mempertanyakan asal dana pembuatan film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
"Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video bagaimana ceritanya, segala macam, duit dari mana? Ya, coba saja, ya kan? Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berduit lah," kata Maruli, Selasa (19/5/2026).
Mengenai pembubaran acara nonton bareng (nobar) film Pesta Babi di sejumlah daerah, dia menegaskan, tidak ada instruksi langsung dari TNI.
Menurut Maruli, pembubaran nobar film dokumenter tersebut merupakan keputusan pemerintah daerah untuk kepentingan keamanan wilayah.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- pesta babi
- sumber dana
- ksad jenderal maruli simanjuntak
- dandhy laksono
- sutradara pesta babi
- sumber dana film pesta babi





