TKA Fleksibel di SPMB, Pemerintah Tekankan Keadilan Akses

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) terus berkembang, dengan pemerintah memberi keleluasaan kepada daerah dalam menentukan bobot penilaian.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 78 pemerintah daerah (pemda) siap menyelenggarakan SPMB dengan skema yang disesuaikan kondisi masing-masing wilayah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, serta Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PAUD Dikdas PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto mengatakan, fleksibilitas ini tetap harus berpegang pada prinsip keadilan akses pendidikan.

BACA JUGA:Kenalan dengan Panjul, Sapi Kurban Prabowo yang Dibeli dari Peternak Asal Ciputat

Terlebih, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menekankan bahwa siswa dari keluarga tidak mampu tidak boleh terhambat melanjutkan pendidikan hanya karena faktor ekonomi.

Karena itu, jenjang SD dan SMP menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan akses.

"Intinya daerah diberi keluasan untuk memanfaatkan TKA. Bobotnya tergantung daerah, karena sudah kita antisipasi sebelumnya,” ujar Gogot, di Jakarta, kamis, 21 Mei 2026.

Dalam jalur prestasi, terdapat dua kategori utama yakni akademik dan non-akademik.

Khusus jalur akademik, penilaian dapat berasal dari nilai rapor maupun TKA.

BACA JUGA:Jelang Waisak, 3.000 Lebih Umat Buddha Serentak Ikuti Hening Nusantara di 34 Provinsi

Bahkan, sejumlah daerah menerapkan kombinasi keduanya dengan proporsi berbeda mulai dari 50:50 hingga TKA yang mendominasi hingga 80 persen.

Selain itu, daerah juga diperbolehkan menambahkan tes tambahan selama tidak melanggar prinsip keadilan.

Pemerintah menegaskan, variasi skema ini merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi dan kebutuhan lokal.

Di sisi lain, isu praktik titip kursi dalam proses penerimaan siswa menjadi perhatian serius.

Masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Rebound saat Yield AS Turun, Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Targetkan Rupiah Stabil di Rp16.800–Rp17.500 per USD pada 2027
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tegas! Ketua Komisi I DPR Ungkap Upaya Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Israel | SAPA MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Drone Serang Pembangkit Nuklir UEA, Risiko Radiasi Jadi Sorotan | SAPA MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Minta Pemda Jangan Terjebak Mental Block dalam Berinovasi
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.