Kementerian ESDM Susun Rancangan Distribusi CNG 3 Kg, Masyarakat Tidak Harus Beli Tabungnya

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun rancangan distribusi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai pengganti LPG 3 kg yang terjangkau bagi masyarakat.

Laode Sulaeman Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM mengatakan, masyarakat tidak harus membeli tabung CNG.

“Tabung milik badan usaha, supplier gasnya. Jadi, skema yang sedang dibuat sekarang masyarakat tidak diharuskan beli tabung. Tabungnya pinjam,” ucapnya, Rabu (20/5/2026) malam.

Ia mengungkapkan bahwa akan ada batasan tabung CNG 3 kg yang dialokasikan per rumah, dan masyarakat bisa menukarkan tabung yang gasnya sudah habis, seperti pola distribusi LPG.

Dilansir dari Antara, Laode juga menyampaikan bahwa pemerintah fokus mencari tabung CNG 3 kg yang telah teruji aspek keamanannya selama tiga bulan kedepan.

“Tetapi, untuk proses pengujiannya ini butuh tabung yang riil. Untuk bisa mendapatkan tabung yang riil, minimum kita harus pesan itu 100 ribu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, calon badan usaha CNG 3 kg mengimpor 100 ribu tabung dari China dalam masa pengujian ini. Ia juga menegaskan bahwa yang membeli tabung CNG adalah calon badan usaha, bukan pemerintah.

“Ini yang melakukan (impor) calon badan usahanya, ya. Bukan kami (Kementerian ESDM). Mereka yang sedang berproses sekarang,” katanya.

Apabila aspek keamanan telah terpenuhi, dan telah melalui uji kelayakan hingga mendapat jaminan SNI (Standar Nasional Indonesia), pemerintah baru akan melakukan piloting atau implementasi awal penggunaan CNG 3 kg yang direncanakan berlangsung di kota-kota besar Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

“Bisa aja (implementasi awalnya) akhir-akhir tahun ini,” tutur Laode.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerangkan bahwa uji coba CNG 3 kg akan dilakukan di China dan Indonesia. Uji coba ini akan terus dilakukan guna mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG agar ketergantungan impor energi dapat berkurang.

Ia juga menyampaikan bahwa CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tetapi penggunaannya masih terbatas pada tabung berukuran lebih dari 10 hinmgga 20 kg.

Uji coba dilakukan untuk mengembangkan tabung CNG berukuran kecil setara 3 kg, yang memiliki tantangan dalam aspek teknis karena tekanan gas CNG lebih tinggi, yakni sekitar 200 hingga 250 bar.

Bahlil berpendapat bahwa CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya telah tersedia di dalam negeri, salah satunya sumber gas alam. Pemerintah juga mencatat adanya penemuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik. (ant/vve/lta/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Salmokji dan Mortal Kombat II Tambah Melempem, Film Impor 2026 Belum Ada yang Tembus 1 Juta
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Neymar Alami Cedera Betis Jelang Piala Dunia 2026
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Pulau Biak: Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Penerbangan Antariksa Masa Depan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Jatah Ekspor Gas pada 2026
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Transaksi Digital Tetap Tumbuh Tinggi di April 2026, QRIS Capai 108,43 Persen
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.