Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap kritik dan posisi politik PDIP menunjukkan adanya kesadaran mendalam agar demokrasi tetap tumbuh di Indonesia.
Hal itu disampaikan Bawono merespons pidato Prabowo dalam rapat paripurna DPR saat penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.
Menurut Bawono, Prabowo menghormati Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan posisi partai tersebut yang memilih berada di luar pemerintahan.
“Presiden Prabowo juga mengaku sangat menghormati sikap PDI Perjuangan untuk berada di luar pemerintahan sebagai partai menjalankan peran check and balances. Presiden Prabowo juga mengucapkan rasa terima kasih karena dengan sikap tersebut PDI Perjuangan telah berjasa untuk demokrasi di Indonesia,” ujar Bawono dalam keterangannya, Kamis (21/5).
Menurut Bawono, pernyataan Prabowo tersebut menunjukkan pemahaman yang kuat mengenai pentingnya oposisi dalam menjaga demokrasi tetap hidup.
“Pujian dan penghargaan Presiden Prabowo terhadap sikap politik PDI Perjuangan tentu patut diapresiasi. Hal tersebut jelas menunjukkan ada sebuah kesadaran mendalam dari Presiden Prabowo agar demokrasi dapat tetap hidup tumbuh subur di Indonesia. Diperlukan keberadaan sebuah kekuatan politik mumpuni untuk memainkan peran sebagai partai politik oposisi,” kata dia.
Bawono juga menilai hubungan antara pemerintah dan PDIP tidak harus dimaknai dengan bergabungnya partai itu ke dalam kabinet pemerintahan.
“Kerja sama dan juga sinergi antara pemerintah dan PDI Perjuangan tidak harus melulu dimaknai dengan bergabung di kabinet. Kerja sama dan sinergi di DPR RI juga dapat menjadi pilihan bagi hal tersebut. Memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah bisa menjadi bentuk kerja sama dan sinergi itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan keberadaan PDIP di luar pemerintahan justru menjadi pembelajaran penting bagi kehidupan demokrasi di Indonesia ke depan.
“Keberadaan PDI Perjuangan di luar pemerintahan juga merupakan hal positif, harus dihargai, diapresiasi, karena hal itu baik untuk pembelajaran kehidupan demokrasi di Indonesia ke depan,” kata Bawono.
Menurut dia, sikap saling menghormati antara Prabowo dan Megawati menunjukkan kedewasaan politik dan jiwa kenegarawanan kedua tokoh tersebut meski berada di posisi politik yang berbeda.
“Sikap kenegarawanan dimiliki oleh Presiden Prabowo Subianto dan Megawati membuat kedua tokoh itu saling menghormati satu sama lain terhadap posisi politik masing-masing saat ini,” pungkasnya.





