JAKARTA, KOMPAS TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan peta prakiraan sebaran awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 22 hingga 28 Mei 2026.
Berdasarkan laporan berbasis model cuaca numerik tersebut, terjadi perluasan zona risiko tinggi di mana sejumlah jalur perairan dan samudra strategis nasional kini diintai potensi cuaca ekstrem.
Kemunculan awan Cumulonimbus dengan kepadatan tinggi menjadi perhatian serius bagi otoritas transportasi.
Baca Juga: BMKG Update Sebaran Awan Cumulonimbus 21-27 Mei 2026: Jawa Barat dan Sumatera Siaga Potensi Menengah
Karakteristik awan ini yang tebal dan berenergi besar berpotensi memicu fenomena cuaca buruk, mulai dari hujan lebat mendadak, badai petir, hingga guncangan turbulensi hebat yang dapat mengancam keselamatan penerbangan dan pelayaran.
Dalam pembaruan data kategori Frequent (FRQ), BMKG memetakan enam wilayah perairan dan samudra yang memiliki persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus sangat padat, yaitu melebihi 75 persen dari luas area.
Daftar wilayah yang masuk dalam zona merah ini meliputi:
- Jalur Selat Strategis: Selat Malaka bagian utara dan Selat Makassar bagian utara.
- Jalur Laut: Laut Maluku.
- Wilayah Samudra: Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Pasifik utara Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Perluasan awan badai di atas 75 persen di wilayah Selat Makassar bagian utara dan Selat Malaka bagian utara menjadi catatan krusial bagi dunia navigasi.
Kedua kawasan tersebut merupakan rute penerbangan domestik lintas pulau yang padat sekaligus koridor internasional yang vital, sehingga membutuhkan pemantauan radar cuaca secara intensif.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia pada 22-23 Mei 2026, Mana Saja?
Pantauan Potensi Menengah di Daratan NusantaraPenulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca Mei 2026
- Selat Makassar
- Selat Malaka
- keselamatan penerbangan





