BEIJING, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping satu suara mengutuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS).
Putin dan Xi Jinping dalam pernyataan bersamanya, Rabu (20/5/2026), menegaskan kebijakan luar negeri AS tak bertanggung jawab.
Mereka bahkan memperingatkan tindakan yang dilakukan AS cenderung akan mengembalikan hukum rimba.
Baca Juga: Eks Presiden Kuba Raul Castro Didakwa AS, Disebut Terlibat Pembunuhan Warga Amerika
Pernyataan itu dikeluarkan setelah berlangsungnya pertemuan antara keduanya di Beijing. Pertemuan Putin-Xi Jinping terjadi tak lama setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China.
Dalam pernyataan bersamanya, Putin-Xi Jinping mengatakan mereka menantikan kerja sama lanjutan yang mencakup berbagai hal. Mulai dari kecerdasan buatan hingga perlindungan harimau, macan tutul, dan panda langka.
Namun, mereka dilaporkan gagal menyelesaikan kesepakatan mengenai jalur pipa yang memungkinkan Rusia untuk menggandakan ekspor gas fosilnya ke China.
Keduanya kemudian mengecam AS karena merusak fasilitas global, karena berupaya mengembangkan sistem pertahanan rudal “kubah emas”, dan membiarkan perjanjian senjata nuklir berakhir pada Februari.
“Agenda global perdamaian dan pembangunan menghadapi risiko dan tantangan baru, dengan bahaya fragmentasi komunitas internasional dan kembalinya ke arah ‘hukum rimba’,” bunyi deklarasi tersebut seperti diungkapkan Kremlin dikutip dari The Guardian.
Invasi Putin ke Ukraina telah mendekatkan Rusia dengan China, yang sebelumnya juga sempat mengalami era hubungan yang panas.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Guardian
- vladimir putin
- xi jinping
- china
- rusia
- kebijakan luar negeri as
- donald trump





