Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan tidak mempermasalahkan jika PDIP tetap berada di luar pemerintahan selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai posisi PDIP sebagai partai di luar pemerintahan justru baik bagi iklim demokrasi dan mekanisme kontrol terhadap pemerintah.
“Nggak ada masalah (PDIP berada di luar pemerintahan). Pak Prabowo sudah menyampaikan dalam pidato kemarin bahwa itu baik bagi iklim demokrasi kita,” kata Bahtra saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (21/5).
Bahtra mengatakan Gerindra menghormati sikap politik PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan.
“Gerindra menghormati dan menghargai pilihan PDIP sebagaimana ajaran Pak Prabowo,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Presiden Prabowo terbuka terhadap kritik yang disampaikan, termasuk dari PDIP. Bahtra menyebut hal itu sekaligus membantah tudingan bahwa Prabowo anti kritik.
“Itu menandakan bahwa Pak Prabowo tidak anti kritik, sebagaimana tuduhan pihak-pihak tertentu. Pak Prabowo menyampaikan bahwa kritik itu selain baik bagi iklim demokrasi, juga sebagai alat kontrol agar eksekutif tetap pada jalur yang benar,” kata Bahtra.
Meski demikian, ia menekankan kritik yang diharapkan pemerintah adalah kritik yang bersifat membangun dan bukan didorong oleh kebencian politik.
“Tapi tentu kritik yang membangun, bukan kritik berdasar kebencian,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam pidatonya saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada PDIP yang memilih tetap berada di luar pemerintahan untuk menjalankan fungsi pengawasan.
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku kerap menerima kritik dari anggota Fraksi PDIP yang menurutnya menjadi bahan refleksi dalam menjalankan pemerintahan.
“Setiap pemimpin harus mau dikritik, diawasi, kadang sebelum tidur pilu hati saya, ini anggota PDIP ini kadang kritikan keras banget, tapi saya sadar, sebetulnya mungkin ada dasarnya,” kata Prabowo.
Ia juga menekankan bahwa kritik tidak selalu bersifat negatif, melainkan bisa menjadi bentuk peringatan yang justru membantu pemerintah agar tetap berada di jalur yang tepat.
“Ada pepatah, kalau orang memperingatkan kita, kita tidak suka, tapi dia sebetulnya menyelamatkan kita,” ujarnya.





