TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran janjikan musuhnya bakal menyesal jika melakukan serangan lagi ke negaranya.
Kepercayaan diri itu diungkapkan oleh Pemimpin Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ia bahkan menegaskan, Iran telah membangun kembali kekuatan militernya selama gencatan senjata.
Baca Juga: Ulah Menteri Israel Ben Gvir ke Aktivis GSF Berbuntut Panjang, Polandia Tuntut Permintaan Maaf
Hal itu diungkapkan Ghalibaf pada pesan audionya, Rabu (20/5/2026).
“Berkat rahmat Ilahi dan dukungan rakyat, hari ini mereka memiliki kesiapan sedemikian rupa sehingga akan membuat musuh takjub dan pasti akan menyesali setiap agresi baru terhadap Iran,” ucapnya dikutip dari Press TV.
Ia menilai agresi AS-Israel kepada Iran kemungkinan besar masih akan berlanjut
“Gerakan musuh yang terang-terangan maupun terselubung menunjukkan seiring dengan tekanan ekonomi dan politik, mereka belum menyerah pada tujuan militer mereka dan sedang mencari babak perang baru dan petualangan baru,” katanya.
Ia juga mencatat harga bensin, kondisi pasar saham, suku bunga bank, dan inflasi yang memengaruhi biaya hidup di AS telah menciptakan ketidakpuasan publik.
“Kondisi ini telah menciptakan ketidakpuasan publik sedemikian rupa sehingga bahkan banyak pendukung Trump melihat perang Amerika terhadap Iran sebagai perang Israel dan pelanggaran janji kampanye Trump,” tuturnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Press TV
- iran
- mohammad bagher ghalibaf
- gencatan senjata
- kemampuan militer iran
- amerika serikat




