Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyoroti pentingnya kolaborasi, penguatan sistem regulatori berbasis sains, dan harmonisasi regulasi untuk mempercepat pengembangan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin dalam World Health Assembly (WHA) ke-79.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan sistem regulatori yang kuat menjadi elemen strategis untuk mempercepat pengembangan vaksin, khususnya di negara-negara Global South.
“Sistem regulatori yang kuat menjadi elemen strategis untuk memperkuat kepercayaan sekaligus mempercepat pengembangan dan produksi vaksin, terutama di negara-negara Global South,” kata Taruna di Jakarta, Kamis.
Taruna menyampaikan hal tersebut dalam sesi panel bertajuk “Building Resilient Vaccine Ecosystems” pada ajang WHA ke-79.
Menurutnya, kolaborasi dan inovasi perlu terus diperkuat guna mendukung sistem kesehatan global yang lebih tangguh di masa mendatang.
“Dalam lanskap yang terus berkembang ini, kolaborasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan,” ujarnya.
WHO Tetapkan Indonesia sebagai WHO-Listed AuthorityPertemuan WHA ke-79 yang berlangsung pada 18 hingga 23 Mei 2026 membahas berbagai isu strategis terkait penguatan sistem kesehatan global, termasuk akses produk kesehatan, kapasitas manufaktur lokal, dan sistem regulatori.
Dalam sesi Address by the Director-General of WHO, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan WHO telah menetapkan lima negara tambahan sebagai WHO-Listed Authority (WLA).
“Untuk mempercepat proses prakualifikasi dan pengadaan, kami menetapkan otoritas regulatori di 5 negara berikut sebagai WHO-Listed Authorities, yaitu Australia, Kanada, Indonesia, Jepang, dan Inggris,” ujar Tedros.
Taruna menilai penetapan tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap kapasitas sistem regulatori Indonesia dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk kesehatan sesuai standar global.
Indonesia Dorong Produksi Lokal VaksinSejalan dengan agenda penguatan sistem kesehatan global, Pemerintah Indonesia bersama Developing Countries Vaccine Manufacturers Network dan sejumlah mitra internasional menggelar side-event bertajuk “Advancing Local Production for Equitable Access, Resilient Health Systems, and Global Health Security”.
Taruna menjelaskan forum tersebut menjadi wadah strategis bagi regulator, produsen vaksin, organisasi internasional, hingga mitra pembangunan untuk mendorong penguatan kapasitas produksi lokal dan regional.
“Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pemimpin kesehatan global, regulator, organisasi internasional, produsen vaksin, serta mitra pembangunan untuk mendorong penguatan kapasitas produksi lokal dan regional guna mendukung ketahanan kesehatan global,” kata Taruna.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh kesehatan dunia, termasuk Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Menteri Kesehatan Belanda, Director General NAFDAC Nigeria, CEO CEPI, dan CEO Gavi.




