Menaker Yassierli Minta BPJS Ketenagakerjaan Harus Jadi Motor Penggerak K3

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan BPJS Ketenagakerjaan perlu mengambil peran lebih sentral sebagai motor penggerak keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan fokus utama pada upaya pencegahan kecelakaan kerja di Indonesia.

Menaker Yassierli menilai upaya pencegahan perlu terus diperkuat agar perlindungan pekerja dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

BACA JUGA: 976 ASN Resmi Dilantik, Menaker: Saya Percaya Akan Melaksanakan Tugas dengan Baik

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 319.224 klaim kecelakaan kerja di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 9.834 kasus berujung kematian dan 4.133 kasus menyebabkan cacat fungsi maupun cacat total.

BACA JUGA: Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Fokuskan 4 Pilar Strategis Ketenagakerjaan

Menurut Yassierli, pendekatan yang selama ini cenderung reaktif, yaitu hanya berfokus pada pemenuhan kompensasi, tidak akan berkelanjutan secara aktuarial.

"Investasi di hulu melalui program promotif dan preventif akan menghasilkan penghematan yang jauh lebih besar di hilir,” kata Menaker Yassierli saat menjadi pemateri dalam acara bertema Menguatkan Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam Mengurangi Kecelakaan Kerja di Industri di Jakarta, Kamis (21/5).

BACA JUGA: Menaker Yassierli Tekankan Pekerja Memperkuat Inovasi di Tengah Perubahan Global

Menaker Yassierli juga menyoroti data penyakit akibat kerja (PAK) yang tercatat sebanyak 158 kasus.

Angka tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan karena masih terdapat tantangan dalam pelaporan kasus.

Selain itu, data global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menunjukkan sebagian besar kematian pekerja berkaitan dengan penyakit akibat kerja yang dipengaruhi lingkungan kerja.

“Pendekatan proaktif melalui program promotif dan preventif menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan, sekaligus mendorong implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang saat ini baru diterapkan oleh sekitar 18 ribu dari 450 ribu perusahaan,” kata Menaker Yassierli.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Kemnaker menetapkan tiga pekerjaan rumah (PR) besar untuk segera dieksekusi bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Pertama, memperkuat sistem K3 nasional melalui optimalisasi layanan dan tata kelola klaim.

Kedua, meningkatkan efektivitas program promotif dan preventif lewat pelatihan berbasis wilayah.

Ketiga, memastikan penerapan SMK3 di perusahaan berjalan secara nyata dan terukur.

Merespons arahan tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyatakan kesiapannya untuk segera menyusun pembahasan teknis mendalam.

Langkah cepat yang akan diambil meliputi mekanisme integrasi data, penyempurnaan alur klaim, pemetaan wilayah prioritas, hingga desain program pencegahan yang lebih efektif.

“Kegiatan pembekalan ini diharapkan menjadi titik awal sinergi yang lebih erat antara Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan budaya K3 yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di seluruh lapisan industri Indonesia,” ujar Saiful. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa Magang & Civitas Akademika Untirta Lewat Jamsostek


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Temui Kader PKK Alor, Tri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Edukasi Pola Asuh untuk Cegah Stunting
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi LNG Blok Masela
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi: CCTV Pemprov DKI Percepat Penangkapan 16 Pelaku Begal
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Alasan Supermarket Sengaja Dirancang Tanpa Jendela
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Arsenal bakal Parade Juara Liga Inggris Sehari Setelah Final Liga Champions
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.