FAJAR, PAREPARE — Siswi MAN 1 Parepare, Nindy, berhasil menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kota Parepare, sekaligus menandai perjalanan panjang pembinaan karakter dan kedisiplinan yang telah dijalaninya sejak di bangku SMP.
Nindy mengaku telah mempersiapkan diri jauh hari sebelum mengikuti tahapan seleksi tingkat provinsi. Persiapan dilakukan secara fisik maupun mental dengan pendampingan dari para pelatih.
“Saya sudah mempersiapkan diri secara fisik dan mental dari jauh hari. Ada pembekalan dari kakak-kakak pelatih, seperti latihan lari, push up, dan latihan baris-berbaris agar stamina dan kedisiplinan semakin kuat,” ujarnya.
Hal itu disampaikan Nindy saat mengikuti seleksi Paskibraka Provinsi Sulsel dan Penjaringan Utusan Sulsel ke Tingkat Nasional 2025 di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia juga menjaga pola makan dan waktu istirahat agar kondisi tubuh tetap prima selama mengikuti tahapan seleksi.
“Selain fisik, saya juga mempersiapkan mental. Saya melatih kepercayaan diri, belajar mengontrol rasa gugup, dan membiasakan diri tampil di depan banyak orang,” kata putri dari pasangan Rahman dan Asriani ini.
Menurut Nindy, keyakinan untuk lolos tidak hanya dibangun dari kemampuan teknis, tetapi juga tekad, doa, dan dukungan orang tua.
“Saya yakin bisa lolos karena saya tidak hanya mengandalkan kemampuan, tetapi juga tekad dan doa. Orang tua saya juga selalu mendukung. Saya percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil,” tuturnya.
Ia pun berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab apabila diberi kesempatan melangkah lebih jauh.
“Jika saya diberi kesempatan, saya akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat,” pungkasnya.
Di balik pencapaiannya saat ini, fondasi mental dan kedisiplinan Nindy ternyata telah dibentuk sejak menempuh pendidikan di UPTD SMP Negeri 6 Parepare.
Nindy bukan sosok yang baru mengenal dunia paskibra di tingkat SMA. Ia merupakan Purna Paskibra Angkatan 01 SMPN 6 Parepare sekaligus bagian dari generasi awal yang ikut membangun ekskul paskibra di sekolah tersebut.
Perjalanannya dimulai dari kondisi latihan yang sederhana. Bersama rekan-rekannya, Nindy menjalani latihan di lapangan tanah yang becek dan ditumbuhi rumput liar. Situasi terbatas itu justru menjadi tempat yang menempa mental, kedisiplinan, dan daya juangnya.
Selama bersekolah di SMPN 6 Parepare, kemampuan kepemimpinannya terus berkembang. Ia dipercaya menjabat sebagai Koordinator Divisi Lapangan dan bahkan menjadi asisten pelatih selama enam bulan sebelum lulus.
Ikatan emosionalnya dengan almamater juga tetap terjaga. Hingga kini, Nindy masih rutin menyempatkan diri mendampingi adik-adik kelasnya berlatih paskibra.
Tidak hanya aktif di bidang paskibra, Nindy juga dikenal sebagai pelajar multitalenta. Ia pernah meraih prestasi pada Lomba Maggasing dalam ajang Pekan Kebudayaan Daerah Kota Parepare. Selain itu, ia aktif di bidang seni tari dan sastra puisi.
Salah satu guru yang mengikuti perkembangan Nindy sejak awal adalah Muh. Rahman Nur. Menariknya, dua wadah yang banyak membentuk karakter dan bakat Nindy di SMPN 6 Parepare, yakni Paskibra dan Sanggar Seni Matanna Tikka, sama-sama berada dalam pembinaannya.
“Pencapaian Nindy lahir dari proses latihan yang panjang, kemauan belajar yang kuat, serta konsistensi menjaga disiplin. Dukungan kepala sekolah, para pelatih, dan lingkungan sekolah turut menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut,” ujar Rahman.
Guru Bahasa Daerah itu bahkan optimistis Nindy mampu melangkah lebih jauh hingga tingkat nasional.
“Potongan ananda Nindy ini pembawa baki,” katanya.
Menjelang keberangkatannya mengikuti seleksi di Makassar, Nindy juga menyempatkan diri kembali ke SMPN 6 Parepare untuk berpamitan sekaligus memohon doa restu kepada para guru yang telah mendampinginya sejak awal.
Perjalanan Nindy menjadi bukti bahwa proses pembinaan karakter, disiplin, dan minat bakat sejak dini mampu membuka jalan bagi pelajar untuk berkembang lebih jauh. Kisahnya juga menjadi motivasi bagi siswa lain agar terus berlatih, berproses, dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri.(*)





