Grid.ID - Daging kambing sering dianggap sebagai pemicu darah tinggi, terutama saat momen Idul Adha ketika masyarakat banyak mengonsumsi sate dan gulai. Namun, anggapan tersebut ternyata belum tentu benar.
Mengutip dari Kompas.com, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Habibie Arifianto menjelaskan bahwa daging kambing tidak terbukti secara langsung menyebabkan hipertensi.
“Dari berbagai macam penelitian, daging kambing tidak terbukti berpotensi untuk meningkatkan tekanan darah atau hipertensi,” jelas Habibie.
Menurutnya, yang justru perlu diwaspadai adalah bahan tambahan saat proses pengolahan daging kambing, seperti garam, margarin, hingga kecap yang mengandung natrium tinggi.
Kandungan natrium berlebih inilah yang dapat memicu peningkatan tekanan darah. Natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat dan kerja jantung menjadi lebih berat.
Selain itu, kelebihan natrium juga dapat mengganggu fungsi ginjal dalam membuang cairan berlebih dari tubuh. Kondisi tersebut akhirnya memicu tekanan darah menjadi naik.
Karena itu, banyak kasus tekanan darah meningkat setelah makan olahan kambing sebenarnya dipicu oleh bumbu dan pola makan secara keseluruhan, bukan dari daging kambing itu sendiri.
Mengutip dari TribunJakarta.com, dokter spesialis penyakit dalam RS Nirmala Suri Sukoharjo, Mustopa mengatakan hipertensi dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari pola hidup tidak sehat hingga kondisi tubuh tertentu.
Beberapa faktor risiko darah tinggi di antaranya konsumsi makanan tinggi garam, kurang olahraga, obesitas, kebiasaan merokok, hingga penyakit metabolik seperti diabetes dan kolesterol tinggi.
Faktor usia dan keturunan juga disebut berpengaruh terhadap risiko hipertensi seseorang. Semakin bertambah usia, risiko tekanan darah tinggi pun ikut meningkat.
Meski begitu, penderita hipertensi tetap disarankan bijak dalam mengonsumsi daging kambing. Pengolahan yang terlalu banyak menggunakan garam dan lemak sebaiknya dihindari agar tekanan darah tetap stabil.
Selain memperhatikan cara memasak, masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan seimbang serta rutin berolahraga untuk membantu mengontrol tekanan darah.
Jadi, anggapan bahwa daging kambing otomatis bikin darah tinggi ternyata hanyalah mitos. Yang lebih penting justru adalah memperhatikan bumbu, cara pengolahan, dan pola hidup sehari-hari. (*)
Artikel Asli



