Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) memutuskan menahan laba yang diperoleh sepanjang tahun lalu.
Wakil Direktur Utama DNAR Hendra Lie mengatakan, perseroan akan memperkuat fundamental bisnis setelah membukukan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang tahun lalu.
“Kami menargetkan kredit tumbuh 9,5%,” ujar Hendra setelah RUPS di Jakarta, dikutip Kamis (21/5/2026).
Sepanjang 2025, total aset OK Bank meningkat menjadi Rp13,42 triliun dari Rp11,87 triliun pada 2024. Penyaluran kredit juga tumbuh menjadi Rp10,73 triliun dibandingkan Rp9,30 triliun pada tahun sebelumnya.
Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) naik menjadi Rp8,98 triliun dari Rp7,54 triliun pada 2024. Perseroan menilai peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya kepercayaan nasabah terhadap bank.
Kinerja profitabilitas turut menunjukkan penguatan. Pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp688,88 miliar, sedangkan laba bersih melonjak menjadi Rp159,98 miliar dari Rp49,99 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi rasio keuangan, return on asset (RoA) meningkat menjadi 1,7% dan return on equity (RoE) naik menjadi 4,35%. Sementara itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) berada di level 5,67%.
Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 42,21%, berada di atas ketentuan minimum regulator.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba perseroan tahun buku 2025 sebesar Rp159,97 miliar. Sebanyak maksimal 20% laba disisihkan sebagai cadangan, sedangkan sisanya dibukukan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
Selain itu, RUPS menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Pemegang saham mengangkat Sonny Firdaus Manopo sebagai direktur menggantikan Vincentia M Djuniwati Wijaya yang telah habis masa jabatannya. RUPS juga menyetujui pengangkatan kembali Chairudin sebagai komisaris independen.
Dengan keputusan tersebut, susunan pengurus DNAR menjadi Komisaris Utama Sang Ton Sim, Komisaris Independen Sondang Martha Samosir, dan Komisaris Independen Chairudin.
Sementara jajaran direksi terdiri atas Direktur Utama Kang Kong Joo, Wakil Direktur Utama Hendra Lie, Direktur Bisnis Sonny Firdaus Manopo, Direktur Kredit Jong Ha Lee, serta Direktur Kepatuhan Efdinal Alamsyah





