Jakarta, VIVA – Kasus dugaan hubungan asmara antara aktor Kim Soo Hyun dan mendiang aktris Kim Sae Ron kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini, hasil penyelidikan polisi disebut mengarah pada kesimpulan bahwa hubungan yang selama ini ramai diperbincangkan tidak pernah benar-benar terjadi.
Menurut laporan media Korea JoongAng Ilbo pada 21 Mei, Kepolisian Gangnam Seoul mengungkap sejumlah temuan dalam pengajuan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se Ui dari Garosero Institute. Dalam dokumen tersebut, polisi menilai Kim Se Ui sengaja menyebarkan informasi palsu mengenai Kim Soo Hyun demi memperoleh keuntungan finansial, termasuk pendapatan dari konten YouTube.
Poin paling mengejutkan dari laporan itu adalah pernyataan polisi yang menyebut tersangka mengetahui dengan jelas bahwa Kim Soo Hyun tidak pernah menjalin hubungan dengan Kim Sae Ron sejak sang aktris masih di bawah umur. Meski demikian, informasi tersebut tetap disebarkan dan dikembangkan hingga memicu kontroversi besar di publik.
Penyelidikan juga menemukan dugaan manipulasi terhadap sejumlah barang bukti yang sebelumnya dipublikasikan sebagai “bukti hubungan.”
Polisi menyebut percakapan pesan yang sempat dirilis pada Maret lalu ternyata tidak autentik. Dari 11 tangkapan layar percakapan yang diterima dari pihak keluarga mendiang, tujuh bagian disebut telah diubah, termasuk penggantian nama lawan bicara menjadi Kim Soo Hyun.
Tidak hanya itu, polisi juga menilai materi yang diunggah sengaja dibuat untuk menciptakan kesan seolah-olah Kim Soo Hyun benar-benar berkomunikasi dengan Kim Sae Ron. Padahal, identitas asli lawan bicara dalam pesan tersebut belum pernah dipastikan.
Temuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam file suara mendiang aktris yang sempat dirilis tahun lalu. Aparat meyakini rekaman tersebut telah dimanipulasi untuk memperkuat narasi yang beredar di publik.
Kasus ini disebut berdampak besar terhadap kehidupan pribadi maupun karier Kim Soo Hyun. Dalam permohonan surat perintah penangkapan, polisi menyatakan bahwa kontroversi tersebut membuat fondasi sosial sang aktor runtuh dan memengaruhi seluruh aktivitas ekonominya sebagai figur publik.





